Kemasan Sebagai Bentuk Promosi Melalui Visual

Oleh Ratna Amalia

 

Dalam mata kuliah Surface Packaging Desain, Binusian 2022 program studi Desain Komunikasi Visual membuat karya yaitu redesain kemasan UMKM yang ada di Bandung. Semua mahasiswa diarahkan untuk membantu para UMKM agar mata kuliah ini lebih bermanfaat untuk masyarakat dan mahasiswa lebih mengerti akan kebutuhan di dunia nyata. Proses yang dilakukan adalah mencari data tentang UMKM yang ingin dibantu dalam mendesain ulang kemasan. Mahasiswa harus mencari data dengan mendatangi langsung tempatnya, mewawancarai pemilik atau pihak yang mengetahui seluk beluk bisnis tersebut. Selain sejarah, logo, target pasar, pesaing yang paling dibutuhkan datanya adalah kemasan sebelumnya. Setelah data didapatkan maka proses selanjutnya adalah menganalisis. Analisis ini dibutuhkan untuk mengetahui insight. Salah satu yang terpenting adalah menganalisis kekurangan dan kelebihan yang telah ada. Hasil akhirnya nanti mahasiswa harus melengkapi kekurangan dan jika sudah ada kelebihan maka bisa saja dipakai atau diubah menjadi sesuatu yang ikonik.

Pengumpulan Data Tentang Brand

Sumber: karya Gracelyn Christiani

 

Karya di atas merupakan pemaparan milik Gracelyn Christiani. Mahasiswi angkatan 2022 ini menjelaskan secara runut data-data yang diperlukan dan menambahkan visual-visual yang bisa membawa pembacanya membayangkan brand yang dijelaskan. Pembaca bisa mengetahui suasana dari cafe tersebut, makanan apa saja yang dijual, dan kemana yang digunakan sebagai representasi brand ini. Sedangkan karya di bawah ini merupakan hasil dari  mahasiswi bernama  Lim Ellen. Proses pengerjaan desain mulai dari mood board. Mood board adalah visualisasi hasil dari analisis data yang telah didapatkan. Lalu dari mood board dibuat sketsanya, sketsa bisa memakai teknik manual atau digital (vector). Hasil sketsa dibuat digitalnya mulai dari tampak/struktur sampai dengan final artwork berupa 3 dimensi. Dengan visualisasi yang jelas dan lengkap diharapkan client bisa dengan mudah melihat gambaran redesain kemasan yang selanjutnya akan dicetak.

 

Proses desain kemasan

Sumber: karya Lim Ellen

 

Proses mendesain kemasan pada dasarnya mirip dengan proses mendesain visual pada beberapa media cetak, namun hal tambahan yang perlu diperhatikan adalah desainer harus paham akan struktur kemasan dan bahan yang cocok dengan produk/brand. Dengan kemasan yang persuasif, informatif, dan menarik dari segi visual, diharapkan brand bisa memiliki nilai tambah. Jika kemasan tersebut sudah masuk dalamm kriteria baik maka dia bisa mempromosikan dirinya sendiri di rak toko.