Bioinformatika untuk Medis

Oleh = Mochammad Haldi Widianto

Bioinformatika merupakan hal yang baru, hal ini tidak dapat lepas dari perkembangan biologi molekul modern yang ditandai dengan kemampuan manusia untuk memahami genom, yaitu Blue Print informasi genetik yang menentukan sifat dari setiap makhluk hidup yang disandi dalam bentuk pita molekul DNA (asam deoksiribonukleat). Bioinformatika adalah salah satu cabang baru ilmu biologi yang merupakan perpaduan antara biologi dan teknologi informasi. Menurut Durso (1997) bioinformatika adalah manajemen dan analisis informasi biologis yang disimpan dalam database.

Gambar 1. Rumpun Ilmu Bioinformatika

(https://medium.com/@alifkurniawan/apa-itu-bioinformatika-127dbdc0d83a)

Pada awal perkembangan ilmu pengetahuan. Para pakar biologi molekuler, ahli biologi melakukan pengambilan data biologis dengan menggunakan eksperimen atau pendekatan lainnya. Data tersebut disimpan di dalam suatu database, struktur protein, dan data sekuen protein. Data yang masif tersebut tidak dapat dianalisa secara efektif karena keterbatasan manusia. Oleh karena itu, dibutuhkan ahli komputer untuk membantu kerja dari ahli biologi.

Sehingga dapat ditarik kesimpulan jika Bioinformatika adalah bidang ilmu yang mempelajari teknik komputasi dalam melakukan pengumpulan dan analisa data biologis kompleks. Biologi, ilmu komputer, matematika, dan statistika memiliki peranan penting di dalam bidang bioinformatika. Kehadiran bioinformatika tidak terlepas dari data biologi yang masif dan sulit dikelola secara manual sehingga menjadi tren penelitian di bidang biologi saat ini.

Gambar 2. Sistem Informasi BioInformatika

(https://novaeunsuh.wordpress.com/2011/04/18/apa-sieh-bioinformatika/)

Referensi:

Dwi Astuti Aprijani M. Abdushshomad Elfaizi, “BIOINFORMATIKA: Perkembangan, Disiplin Ilmu dan Penerapannya di Indonesia”, Gunadarma, 2004

https://medium.com/@alifkurniawan/apa-itu-bioinformatika-127dbdc0d83a

http://himbioui1.tripod.com/bioinformatika.html