BINUS DKV MALANG

Biografi Hannes Meyer

Biografi Hannes Meyer

Hans Emil Meyer yang dikenal sebagai Hannes Meyer lahir di Basel, Switzerland pada tanggal 18 November 1889 merupakan seorang arsitek Swiss dan direktur kedua Bauhaus dari tahun 1928 sampai 1930. Hannes Meyer merupakan seorang penganut marxisme, sebuah sistem pemikiran bahwa kaum kapital mengumpulkan uang dengan mengorbankan kaum proletar atau kaum buruh. Dia beranggapan bahwa arsitektur bukanlah tentang bentuk, gaya, atau desain, tetapi berfungsi sebagai sistem yang mengembangkan masyarakat yang harmonis.

Hannes Meyer merupakan putra seorang arsitek asal Swiss yang tumbuh dalam lingkungan pemahaman Marxis yang memengaruhi pandangan dan kariernya sepanjang kehidupan kerjanya. Swiss. Pada awal kariernya tahun 1905, ia mengikuti pelatihan sebagai tukang batu dan juru gambar konstruksi di Basel, serta mengikuti kursus konstruksi dan sekolah kejuruan. Hannes Meyer juga sempat tinggal di Berlin bersama dengan arsitek Albert Frohlich dan Johann Emil Schaudt, dan ia juga sempat mempelajari konstruksi perumahan di kota Bath, Inggris. Kemudian, pada tahun 1916, Meyer menjadi manajer kantor untuk arsitek Munich Georg Metzendorff, tempat ia bekerja pada perencanaan perumahan Krupp Margarethenhohe di Essen. Hannes Meyer kemudian mengepalai kantor arsitekturnya sendiri di Basel pada tahun 1919. Pada saat ia menjadi kepala kantor arsitekturnya, ia merencanakan bahwa pembangunan perumahan umum Freidorf di dekat Muttenz dari tahun 1919 hingga 1921. Pada tahun 1924, Hannes Meyer bergabung dengan kelompok Basel yang terkait dengan majalah “ABC Beitrage zum Bauerf bersamaan dengan Mart Stam, El Lissitzky, dan Hans Schmidt.

Hannes Meyer bersama dengan salah satu rekannya, Hans Wittwer, juga membangun sekolah ADBG yang merupakan sekolah federal untuk Serikat Buruh Jerman di Bernau. Pada tahun 1926-an, Meyer juga bereksperimen dengan bentuk-bentuk konstruktivis dan metode fungsionalis. Bentuk-bentuk dan metode-metode tersebut juga menjadi dasar untuk desain kompetisi untuk sekolah Petersschule di Basel dan Gedung Liga Bangsa-Bangsa di Jenewa. Meyer mengikuti kompetisi dengan rekannya Hans Wittwer dalam membuat desain arsitektur Petersschule, sekolah dasar untuk wanita di Basel. Lomba tersebut merupakan kesuksesan awal yang menarik perhatian pada pekerjaan mereka. Sekolah itu dipuji karena interiomya yang terang dan terang benderang serta taman bermainnya yang ditinggikan yang menciptakan ruang publik di bawahnya. Sementara itu, desain Meyer pada tahun 1927 untuk markas besar Liga Bangsa-Bangsa di Jenewa menjadi latar bagi pedagogi arsitektur di Bauhaus, meskipun tidak menang.

Pada awal tahun 1927, Meyer diundang oleh Walter Gropius untuk bergabung dengan Bauhaus, di mana ia mengepalai departemen arsitektur yang baru dibentuk. Hannes Meyer tiba di Bauhaus Dessau bersama rekan kerjanya, Hans Wittwer pada tahun 1927 dan menerima jabatan sebagai direktur departemen bangunan yang baru didirikan. Kemudian pada 1 April 1928, Walter Gropius menyerahkan jabatannya sebagai direktur Bauhaus kepada Hannes Meyer.

Bauhaus Building, Dessau, 1925-1926: Aerial view | Harvard Art Museums

 

Bagi mereka berdua, membangun berarti menyusun atau mengorganisasikan proses kehidupan. Hannes Meyer menjauh dari intuisi artistik dan menuju teori bangunan. Dia memisahkan sains dan seni, lalu memperkenalkan subyek baru terkait dengan teknologi, ilmu pengetahuan alam, dan humaniora. Tujuan penting Hannes Meyer di Bauhaus adalah mengurangi pengaruh seniman yang dimulai dengan menawarkan kelas melukis gratis di sekolah tersebut pada tahun 1927 dan 1928. Bauhaus sekarang memiliki cita-cita untuk dua tujuan pendidikan, yaitu untuk mendidik insinyur produksi atau konstruksi dan juga seniman. Tujuan Meyer tersebut berbanding terbalik dengan ‘eksplorasi prinsip desain’ ala Gropius, Meyer malah meminta para siswa untuk mendasarkan desain mereka secara ketat pada persyaratan yang diberikan dan mempelajari ‘proses kehidupan’ para pengguna di masa mendatang. Meyer mempromosikan perluasan bengkel kerja atas dasar kerja sama dan mendirikan brigade vertikal yang menyatukan para siswa dari berbagai tahun akademik dalam pelaksanaan proyek-proyek seperti gedung sekolah ADGB. Seperti kurikulum sekarang yang mencakup fotografi dan pelajaran dalam perencanaan kota.

Pada saat itu pula, standarisasi, produksi massal, dan mekanisasi sudah jauh lebih berkembang daripada yang pernah dibayangkan oleh para seniman avant-garde, dan mereka memasuki kehidupan sehari-hari masyarakat tanpa bantuan program reformis Bauhaus. Sebaliknya, Bauhaus terbukti tidak mampu mengatasi transformasi sosial ini, membatasi dirinya pada promosi estetika baru: gaya Bauhaus. Meskipun memiliki tujuan terprogram, Bauhaus akhimya semakin mengisolasi dirinya dari masyarakat. Paling keras, para master menggunakan pengajaran di Bauhaus sebagai alat untuk mendapatkan komisi pribadi, seperti dalam kasus bangunan karya Gropius di Dessau, atau produksi kursi tabung baja karya Marcel Breuer.

Hannes Meyer beranggapan bahwa bangunan, sebagai desain lingkungan manusia, ‘didasarkan pada masyarakat’. Oleh karena itu, tujuannya, ‘organisasi masyarakat kita yang harmonis’, harus dicapai melalui ‘desain yang mendukung kehidupan’. Kemudian Meyer menyuarakan tujuannya yang mewakili sudut pandang bahwa Bauhaus telah meninggalkan idenya untuk mendesain ‘untuk masyarakat’. Hal tersebut dikarenakan sebagian besar produk Bauhaus sudah mahal dan karenanya disediakan untuk kelompok pembeli eksklusif. Akibat dari hal tersebut, Meyer membuat sebuah slogan baru untuk Bauhaus yaitu: “Kebutuhan masyarakat, bukan kebutuhan akan kemewahan!” Dalam rencana pembangunan perkotaannya tahun 1928 hingga 1930, Meyer membangun gedung sekolah untuk ADGB di Bernau dekat Berlin dan Nolden House di wilayah Eiffel pada tahun 1928. Dari tahun 1929 hingga 1930, ia memperluas perumahan Dessau-Torten yang dirancang oleh Gropius dengan Laubenganghauser.

Pada masa jabatannya, pandangan yang dimiliki Meyer dan kritik yang terus berlanjut terhadap arah perkembangan Bauhaus membuat adanya diskusi-diskusi yang berpengaruh besar terhadap Bauhaus, serta meningkatnya ketegangan dengan Walter Gropius. Meyer memperketat program Bauhaus pada bidang arsitektur dan desain industri yang membuat Herbert Bayer dan Marcel Breuer dan tokoh-tokoh lainnya mengundurkan diri. Selain itu Hannes Meyer yang juga aktif dalam politik, ia sangat mendorong organisasi mahasiswa Komunis di Bauhaus. Para mahasiswa Bauhaus menjadi semakin terpolitisasi dan radikal seiring dengan berkembangnya pengaruh komunis. Oleh karena Meyer tidak melarang kecenderungan tersebut dalam perannya sebagai direktur, Gropius, bersama dengan Wali Kota Dessau, Fritz Hesse, dan guru-guru Bauhaus akhirnya memohon agar Meyer dipecat untuk melindungi sekolah dari dampak politik. Pada tanggal 1 Agustus 1930, Meyer diberhentikan secara sepihak oleh kota Dessau karena ‘intrik Komunis’. Ludwig Mies van der Rohe, yang juga direkomendasikan oleh Gropius, menjadi penggantinya sebagai direktur.

Setelah diberhentikan dari Bauhaus, Hannes Meyer berimigrasi ke Uni Soviet bersama beberapa mantan mahasiswa Bauhaus. Sejak saat itu Hannes Meyer mulai berpartisipasi dalam beberapa proyek seperti proyek perancangan arsitektur untuk universitas dan akademi. Selain itu ia juga mengerjakan proyek perencanaan kota “Moskow Raya”.

Hannes Meyer, Plan for Greater Moscow, unknown photographer, Bauhaus-Universitat Weimar, Archiv
der Modeme, © Heirs after Hannes Meyer.

 

 

Source :

Bauhaus Kooperation (2017), Hannes Meyer 1928-1930 Director of the Bauhaus, httpsy/fbauhauskoopeiwtioirconfwis^^

onH437_

Djadali, Amir, The Architect as Producer: Hannes Meyer and the Proletarianisation of the Western Architect, (hilp&fjymrn^ QP&L tuddjL nffltdpnnPtu^^

Architectuul (2017), Hannes Meyer, hupsf/anMl^Muill^^

Oleh: Annabelle Soeyanto, Birgitta Chrestella, Jessica Beatrice, Olivia Chandra