BINUS DKV MALANG

REVOLUSI INDUSTRI DAN SENI MODERN

REVOLUSI INDUSTRI DAN SENI MODERN

Revolusi industri adalah bentuk perubahan sosial yang tidak dapat dihindari bagi umat manusia. Menurut Funk and Wagnails New Encyclopedia menjelaskan jika revolusi adalah sebuah perubahan sosial maupun politik yang akan dilakukan dengan tindakan secara paksa dan dipengaruhi oleh kekejaman serta bentrokan senjata. Sedangkan menurut Kingsley Davis berpendapat jika revolusi merupakan perubahan yang bisa terjadi dalam struktur maupun fungsi masyarakat. Selo Soemardjan berpendapat jika revolusi adalah segala bentuk perubahan yang ada pada lembaga kemasyarakatan di dalam masyarakat yang akan memengaruhi sistem sosial. Mulai dari nilai, sikap dan pola peri kelakuan di antara kelompok dengan masyarakat.

Seni modem berkembang sebagai respons terhadap perubahan yang terjadi akibat Revolusi Industri. Gerakan Impresionisme, misalnya, muncul sebagai bentuk reaksi terhadap modemisasi kota dan perubahan sosial. Claude Monet dan rekan-rekannya mulai melukis dengan teknik yang menangkap efek cahaya dan warna dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, gerakan Futurisme yang berkembang di awal abad ke-20 secara eksplisit merayakan kecepatan, teknologi, dan dinamika era industri, sebagaimana tertulis dalam Manifesto Futuris oleh Filippo Tommaso Marinetti pada tahun 1909.

Teori :

Mengutip dari Andy Warhol, “Everything has its beauty, but not everyone sees it, ” setiap desain memiliki nilai estetika dan filosofi tersendiri. Setiap material juga memiliki karakter unik yang dapat memperkuat keindahannya. Untuk menonjolkan keindahan suatu material, diperlukan pemahaman mendalam mengenai cara material tersebut dipilih, diproses, dan diterapkan dalam desain. Seorang desainer harus memiliki keterampilan dalam mengenali serta mengolah material dengan tepat, sekaligus memahami filosofi bentuk dan fungsi dari material yang digunakan. Dengan kombinasi keterampilan teknis dan wawasan estetika ini, nilai keindahan dalam sebuah desain dapat semakin ditingkatkan.

Menurut Arnold Hauser, seorang sejarawan seni, Revolusi Industri menciptakan perubahan besar dalam seni, di mana seniman mulai beralih dari patronase aristokrat ke pasar bebas. Hal ini membuat seni menjadi lebih individualistis dan eksperimental. Selain itu, perkembangan teknologi, seperti litografi dan fotografi, memungkinkan seni untuk diproduksi dan didistribusikan lebih luas, yang mengarah pada munculnya gerakan seni modem.

“The draperies of Rubens or Veronese will not teach you how to paint watered silk… The texture and grain are not the same as in the fabrics of old Venice, or those worn at the court of Catherine.” (Baudelaire Charles, 1863). Baudelaire menunjukkan bahwa seniman modem hams memperhatikan bahan dan tekstur tekstil yang dihasilkan oleh industri baru, bukan hanya meniru gaya seni klasik. “Dandyism is a setting sun; like the declining star, it is

magnificent, without heat and full of melancholy.” (Baudelaire Charles, 1863). Dandyisme, sebagai representasi dari kelas sosial aristokrat, perlahan memudar dengan munculnya kelas pekerja dan borjuis baru yang lahir dari Revolusi Industri.

“For the last twenty years neither matter nor space nor time has been what it was from time immemorial. We must expect great innovations to transform the entire technique of the arts, thereby affecting artistic invention itself and perhaps even bringing about an amazing change in our very notion of art.” (Benjamin Walter, 1935). Benjamin menyoroti bagaimana perkembangan teknologi yang dipicu oleh Revolusi Industri telah mengubah seni secara fundamental, baik dalam cara ia diproduksi maupun dikonsumsi. “Even the most perfect reproduction of a work of art is lacking in one element: its presence in time and space, its unique existence at the place where it happens to be.” (Benjamin Walter, 1935). Kutipan ini menggambarkan bagaimana seni kehilangan aura atau keunikan ketika direproduksi secara massal dengan teknologi industri, seperti fotografi dan film. “The technique of reproduction detaches the reproduced object from the domain of tradition. ‘‘By making many reproductions it substitutes a plurality of copies for a unique existence.” (Benjamin Walter, 1935). Revolusi Industri memungkinkan seni untuk diproduksi secara massal, yang menyebabkan pergeseran dari seni sebagai bagian dari tradisi menjadi seni sebagai objek konsumsi luas dalam masyarakat industri. “Mechanical reproduction of art changes the reaction of the masses toward art. The reactionary attitude toward a Picasso painting changes into the progressive reaction toward a Chaplin movie.” (Benjamin Walter, 1935). Perkembangan teknologi film, yang lahir dari kemajuan industri, mengubah cara masyarakat berinteraksi dengan seni, menciptakan pengalaman estetika yang lebih demokratis dan mudah diakses.

Kesimpulan :

Revolusi industri membawa perubahan besar dalam masyarakat, termasuk dalam dunia seni dan desain. Perubahan sosial dan teknologi mendorong munculnya gerakan seni modem seperti impresionisme dan futurisme yang merespons dinamika industri. Perkembangan teknologi seperti litografi dan fotografi memungkinkan seni diproduksi dan didistribusikan lebih luas, menggeser peran seniman dari bekerja dan menjual ke pasar yang eksklusif ke pasar bebas.

Dalam desain, setiap material memiliki karakter unik yang berkontribusi pada nilai estetika. Pemahaman mendalam mengenai material dan filosofi desain menjadi kunci dalam menciptakan karya yang bermakna. Teknologi reproduksi seni mengubah cara masyarakat berinteraksi dengan karya seni, menjadikannya lebih demokratis.

Source :

Sofiana, Yunida. (2014). Pengaruh Revolusi Industri Terhadap Perkembangan Desain

Modem, HUMANIORA Vol. 5 No. 2 Oktober 2014.

Towse, R. (2003). A Handbook of Cultural Economies. Cheltenham, UK & Northampton, MA: Edward Elgar Publishing.

Gischa, Serafica. (2023). Pengertian Revolusi Menurut Para Ahli. Kompas.com,

https://www.kompas.com/skola/read/2023/07/18/140000769/pengertian-revolusi-me

nurut-para-ahli?page=all

Baudelaire, Charles. (1863). Buku. The Painter of Modern Life.

Benjamin, Walter. (1935). Buku. The Work of Art in the Age of Mechanical Reproduction.

Ahmad Athar Aladra Putri Bemadetta Regina Chiquita Beatrice Felicia Nadia Max Denzell