DKV IDT BINUS Malang goes to Pasar Seni 2025
DKV IDT BINUS Malang goes to Pasar Seni 2025
Tahun ini, Pasar Seni kembali hadir setelah vakum 11 tahun lamanya dengan mengangkat tema besar “Setakat Lekat” atau yang berarti “Maya dan Nyata” sebagai refleksi kehidupan paska-pandemi. Dua maskot, Sela dan Giga, hadir sebagai simbol keterhubungan dua dunia tersebut. Sela dengan detail bunga dan tumbuhan melambangkan dunia nyata, sementara Giga, divisualisasikan dengan unsur teknologi dan jaringan nirkabel, merepresentasikan dunia maya. Tema ini tidak hanya diwujudkan lewat simbol, tetapi juga dalam implementasi nyata seperti penggunaan transaksi cashless, ajakan membawa tumbler dan tote bag untuk mengurangi sampah, digitalisasi tenant melalui katalog daring, hingga kampanye transportasi publik dengan merchandise bertema “Hayu Ngangkot.” Kolaborasi lintas jurusan ITB juga terlibat, mulai dari mahasiswa teknik elektro yang membuat wahana mobil remote control hingga mahasiswa teknik sipil yang memastikan keamanan konstruksi di lokasi acara.
Pre-event 1: Sinestesia
Setelah vakum selama sebelas tahun sejak 2014, Pasar Seni ITB akan kembali digelar pada tahun 2025. Sebagai prelude, “Sinestesia” hadir untuk merayakan jejak sejarah dan arsip lima dekade Pasar Seni ITB, menggabungkan nostalgia dengan semangat baru. Rangkaian acara ini diawali dengan puncak pembukaan pada 25 Mei 2025 di Lapangan Merah ITB yang mencakup Pasar Ragam dan sosialisasi tema, serta pameran “Kilas Balik: Lima Dekade Pasar Seni ITB” yang berlangsung pada 25–31 Mei 2025 di Galeri Soemardja, menandai dimulainya perjalanan menuju hari besar Pasar Seni ITB 2025.
Pre-event 2: Beranda Bersama
Beranda Bersama adalah pre-event kedua Pasar Seni ITB 2025 yang digelar pada Juni, menghadirkan pertunjukan seni spontan tanpa panggung di berbagai ruang publik Bandung seperti Ciwalk, Paskal, dan Gasibu. Selama tiga hari, masyarakat disuguhkan penampilan tak terduga yang membaur di tengah aktivitas sehari-hari, tanpa jarak antara penampil dan penonton. Melibatkan mahasiswa Seni Rupa hingga pelaku teater, acara ini menjadi bentuk interaksi langsung antara seni dan masyarakat, mengingatkan bahwa Pasar Seni ITB bukan sekadar tontonan, melainkan pengalaman bersama. Pertunjukan ini menjadi pemanasan menuju puncak perayaan pada 19 Oktober 2025, saat Pasar Seni ITB akan kembali membuka ruang kreatif bagi semua pengunjung.
Pre-event 3: Pameran Sinarupa
Sinarupa hadir pada 28–29 Juni 2025 di Gedung Serba Guna ITB Jatinangor sebagai puncak rangkaian pre-event Pasar Seni ITB, membawa semangat yang melampaui pameran akademik biasa dengan menekankan perayaan proses kreatif dan pencarian makna di balik karya. Acara ini dipenuhi energi dan ekspresi melalui berbagai kegiatan, mulai dari workshop Acrylic Pouring Art yang mengajak peserta bereksperimen dengan spontanitas, penampilan mahasiswa TPB FSRD ITB 2024 yang penuh kreativitas, hingga parade meriah yang menutup hari pertama. Di hari kedua, workshop Cyanotype Printing memperkenalkan teknik cetak foto kuno dengan cahaya matahari, dilanjutkan talk show bersama Evan Wijaya yang membahas perjalanan seni dan kreativitas, serta ditutup dengan gigs musik bernuansa intim. Lebih dari sekadar pameran, Sinarupa menjadi ruang pertemuan antara ide, proses, dan komunitas, mengingatkan bahwa keindahan seni terletak bukan pada hasil akhir, tetapi pada perjalanan dan makna yang tercipta di setiap langkahnya.
Pre-event 4: Sepanjang Masa
“Sepanjang Masa”, pre-event keempat Pasar Seni ITB 2025, hadir sebagai lokakarya yang terinspirasi dari beragam cerita kota Bandung untuk menelusuri realita dan isu kota, termasuk masalah sampah. Digelar selama empat hari pada bulan Juli 2025 di berbagai lokasi seperti Jalan Braga dan Teras Cikapundung, kegiatan ini melibatkan kolaborasi dengan empat komunitas (RAWS Syndicate, Rabu Motret, Cika Cika, dan Bandung Sketchwalk). Melalui rangkaian aktivitas memotret realita kota, diskusi, sketsa, dan aksi membersihkan sungai, lokakarya ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah *photozine* kolektif sebagai arsip dan jejak kontribusi bagi kota Bandung.
Pre-event 5: Saling Senggol
“Saling Senggol”, pre-event kelima Pasar Seni ITB 2025, digelar pada 16 Agustus 2025 di Lapangan Merah ITB sebagai ruang kolaborasi kreatif lintas generasi antara mahasiswa, alumni, dan masyarakat umum. Dengan tema “Pattern Recognition”, acara yang berlangsung dari siang hingga malam ini menghadirkan beragam kegiatan seperti “Pasar Senggol” yang menjual berbagai karya kreatif, serta panggung musik yang menampilkan alumni (seperti Dongker, Seurieus, dan The Panas Dalam Bank) sekaligus audisi band baru. Lebih dari sekadar hiburan, acara ini menjadi ajang reuni besar dan fondasi bagi komunitas kreatif kampus untuk merayakan kebersamaan dan kolaborasi menjelang puncak Pasar Seni ITB pada Oktober 2025.
Pre-event 6: Tapak Meriah
“Tapak Meriah” hadir sebagai pra-acara terakhir yang menyemarakkan suasana menjelang puncak Pasar Seni ITB 2025 pada 19 Oktober, sekaligus merayakan penantian 11 tahun kembalinya acara tersebut. Digelar pada Minggu, 21 September 2025, di Car Free Day Dago, acara ini berupa arak-arakan meriah yang dimulai pukul 08.00 WIB. Rangkaian kirab penuh energi dan kreativitas ini bergerak dari titik kumpul menuju Taman Cikapayang untuk puncak penampilan pertama, berlanjut ke Taman Dago untuk pertunjukan spektakuler berikutnya, dan akhirnya berakhir di ITB Ganesha, sukses membangkitkan antusiasme dan euforia publik.