Sejarah Firebase

Firebase pertama kali diluncurkan pada tahun 2012 dan lalu diakuisisi oleh Google pada tahun 2014 untuk memberikan solusi kepada backend developers. Firebase merupakan Database NoSQL Document Store yang berbasis cloud-database dan menyimpan datanya sebagai JSON. Firebase hadir untuk menggantikan kelemahan yang didapatkan dari platform yang lama. Platform yang lama sudah tidak bisa mengikuti dan memuaskan kebutuhan pasar yang baru. Firebase bisa dibilang merupakan API (Application Programming Interface) yang sangat bagus karena Firebase bisa mensinkronisasi dan menyimpan data secara realtime, yang mana hal tersebut merupakan keunggulan utama Firebase dibanding database lain. Firebase merupakan BaaS (Backend as a Service) dan berhasil menyelesaikan sebagian besar permasalahan backend. Firebase juga mendorong fiitur baru kedalam aplikasi lewat web sockets, yang berarti aplikasi tidak perlu me-refresh browser untuk mendapatkan updates fitur baru tersebut; karena perintah baru telah ter-update secara realtime.
Firebase memberikan fitur yang sangat banyak yang bisa digunakan ketika dalam masa pembuatan dan pengembangan aplikasi, dan sebagian dari fitur-fitur tersebut dapat digunakan secara gratis hingga masa pemakaian habis dan lalu diperpanjang dengan membayar biaya bulanan.

 

Fitur Firebase

Berikut fitur-fitur Firebase yang paling banyak digunakan oleh para developer.

1. Firebase Authentication
Fitur Authentication di Firebase berfungsi untuk memberikan akses ke aplikasi hanya untuk pengguna yang sah. Firebase memberikan akses login lewat Gmail, Github, Twitter, Facebook dan juga memperbolehkan developer untuk membuat autentikasi khusus.

2. Firebase Hosting
Firebase Hosting adalah konten web tahap produksi yang digunakan untuk memfasilitasi developers. Dengan Firebase Hosting, pengguna bisa secara cepat dan efektif mengirim fitur aplikasi web dan konten statis ke Content Delivery Network (CDN) hanya dengan 1 perintah. Firebase Hosting mempunyai domain khusus sebagai pendukung CDN Global, dan sertifikat SSL yang disediakan secara otomatis.
3. Firebase Messaging
Firebase Messaging ini adalah solusi messaging antar platform yang memberikan kebebasan untuk mengirimkan pesan dengan gratis. Dengan fitur ini, aplikasi bisa menginformasikan kepada pelanggan bahwa email atau informasi yang lain dapat diakses untuk disinkronkan. Fitur ini juga bisa memberikan notifikasi kepada pelanggan untuk mengajak menggunakan aplikasi lagi (reengagement), dan juga untuk pemeliharaan (maintenance).
4. Firebase Analytics

Fitur Firebase Analytics ini memberikan hasil analisis kepada developer tentang bagaimana para pengguna menggunakan aplikasinya. Software Development Kit (SDK) dari Firebase Analytics ini akan mencatat kejadian-kejadian dan propertinya secara otomatis, dan developer juga bisa mengambil beberapa data khusus. Dashboard di fitur Firebase Analytics ini juga memberikan detail seperti pengguna paling aktif di aplikasi atau fitur yang mana di aplikasi yang paling sering digunakan, dan juga dapat memberikan rangkuman data.

5. Firebase Storage
Firebase juga memberikan fasilitas Storage atau penyimpanan. Fitur ini dapat menyimpan dan mengambil konten seperti gambar, video, dan audio langsung dari SDK pengguna. Uplaoading dan downloading akan dijalankan di background sehingga tidak akan terlihat. Fitur penyimpanan data ini sangat aman dan hanya pengguna yang mempunyai akses saja yang bisa mengaksesnya.

6. Firebase Real-time Database
Database yang ada pada Firebase merupakan cloud-database dan tidak membutuhkan query berbasis SQL untuk menyimpan dan mengambil data. Database sangat bisa diandalkan, meskipun koneksi internet terputus, data tetap akan terjaga.

7. Firebase Crash Reporting
Fitur Crash Reporting yang ada pada Firebase ini berfungsi untuk membuat laporan error yang ada pada aplikasi setelah aplikasi tersebut dirilis. Error terbagi menjadi beberapa grup tergantung dari seberapa parah error tersebut. Fitur ini juga memberikan kebebasan pada developer untuk membuat fitur pencegahan guna untuk mengatasi error yang pada aplikasi.

8. Firebase App Indexing
Fitur ini dapat memudahkan developer untuk menyusun aplikasinya didalam Google Search. Seperti contoh, ketika pengguna telah meng-install aplikasi lalu dia mencari aplikasi yang serupa, maka aplikasi yang telah disusun akan muncul paling atas atau paling utama, namun apabila aplikasi belum ter-install, maka tombol install akan muncul.

9. Firebase AdMob
Fitur ini adalah pendekatan sederhana untuk mengadaptasi aplikasi yang berfokus kepada promosi. Aplikasi yang berfokus kepada promosi maksudnya adalah platform iklan yang bisa digunakan untuk membantu pemasukan dana dengan bantuan aplikasi. Hal ini bisa membantu untuk menambahkan informasi penggunaan dan meningkatkan kapabilitas analisis.