Nirmana merupakan istilah yang familiar digunakan dalam dunia seni rupa dan desain. Nirmana sendiri berasal dari bahasa Jawa Kuna (Kawi) yang berarti “tanpa angan-angan”. Kata Nirmana pun berasal dari gabungan dua kata yaitu “nir” yang berarti tanpa atau tidak, serta kata “mana” yang berarti bentuk, arti, atau makna. Gabungan dari dua kata ini membentuk pengertian Nirmana sebagai sesuatu yang awalnya tidak memiliki bentuk maupun makna. Namun karena eksplorasinya lewat susunan elemen-elemen serta prinsip tata rupa maka penerapan Nirmana dapat menghasilkan karya yang bermakna.

Nirmana sendiri merupakan salah satu materi yang diajarkan di sekolah maupun perguruan tinggi seni dan desain. Tujuan pembelajarannya adalah sebagai dasar untuk memahami proses penciptaan karya seni dan desain. Sehingga Nirmana menduduki peran yang sangat penting dalam melatih pemahaman mengenai dasar-dasar seni dan desain. Fungsi penting lainnya mempelajari Nirmana antara lain adalah:

  1. Melatih kepekaan artistik agar memiliki visi seni yang tinggi.
  2. Melatih keterampilan teknis tata rupa seni dan desain.
  3. Melatih pemahaman bahasa seni atau bahasa rupa.
  4. Sebagai bentuk ekspresi diri.

Pemahaman serta pembelajaran akan Nirmana ini pun dapat melatih perasaan seseorang untuk menghargai ragam karya seni yang ada. Karena pada dasarnya seni berangkat dari pemahaman yang sama. Dasar tersebut digunakan sekaligus sebagai metode penciptaan karya seni maupun desain. Demikian untuk melatih kepekaan artistik sekaligus teknis dapat dilakukan lewat pemahaman mengenai Nirmana.

 

Source:

Sanyoto, Sadjiman Ebdi. 2009. Nirmana Elemen-Elemen Seni Dan Desain. Yogyakarta: Jalasutra.