Dalam era Smart City 4.0 sekarang ini, integrasi teknologi dalam tata kelola kota dimungkinkan berkat keberadaan Internet of Things (IoT). IoT merupakan suatu jaringan perangkat elektronik yang saling terhubung yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus menerus dan mampu mengirim data. Peran IoT dalam mewujudkan konsep smart city sangatlah vital. Perangkat IoT mampu mengirim informasi dan melakukan tindak lanjut melalui jaringan dengan campur tangan manusia yang minimal, sehingga mampu melakukan beragam fungsi secara otomatis.

Menurut Solution Architect Ericsson Indonesia, Hilman Halim, untuk operasional perangkat IoT hanya memerlukan tiga elemen utama, yakni:

  1. Perangkat fisik,
  2. Jaringan internet, dan
  3. Aplikasi

Jika tiga elemen ini sudah terpenuhi, maka sejumlah perangkat bisa dikustomisasi sesuai kebutuhan pengguna. Implementasi IoT dalam mewujudkan smart city bisa beraneka ragam, dibatasi hanya oleh imajinasi dan kemampuan dari para pengembangnya. Hilman menyebutkan lima contoh penerapan IoT yang lazim ditemui dalam konsep smart city akhir-akhir ini:

  • Smart lighting. Tak hanya bisa diterapkan pada lampu penerangan jalan, namun juga untuk lampu lalu lintas. “Dengan smart lighting, bisa dipantau mana lampu yang sedang rusak. Bisa juga dimatikan atau dinyalakan dari jarak jauh,” jelas Hilman saat ditemui di acara Selular Congress 2018.
  • Smart parking. Solusi ini bisa digunakan warga untuk mempermudah mencari tempat parkir. Pengguna bisa memesan lebih dulu tempat parkir sebelum tiba di lokasi. Di Indonesia, ada beberapa start-up yang menyediakan solusi seperti ini seperti Smart Parking.
  • Waste management. Volume sampah di suatu tempat penampungan bisa dipantau dari jarak jauh. Petugas kebersihan tak perlu mendatangi satu per satu tempat sampah untuk memeriksanya.
  • Connected manhole. Solusi ini berguna untuk memantau temperatur gorong-gorong yang berada di bawah tanah. Karena gorong-gorong tersebut tak hanya berfungsi sebagai saluran air, namun juga untuk menyimpan kabel hingga tempat jalur pipa gas.
  • Smart electricity. Penyedia layanan listrik bisa mengetahui langsung data pemakaian listrik pengguna tanpa harus mengirim petugas untuk memeriksa di tempat.

 

Penerapan IoT dalam Smart City Sumber: https://id.techinasia.com

Sumber:

Danang Setiaji, 2018, Apa Itu Smart City dan Tantangan Penerapannya di Indonesia. https://id.techinasia.com/apa-itu-smart-city-dan-penerapan-di-indonesia

Naashir, 2014, Smart City, https://naashir.wordpress.com/2014/11/07/smart-city/

NN., 2017, Smart City 4.0, https://berkeleysmartcities.com/

Shinta Esabella, 2016, Menuju Konsep Smart City, Universitas Teknologi Sumbawa, NTB.