Sepuluh Prinsip SDGs

PBB membuat sepuluh prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) untuk membuat kerangka kerja etis dan praktis yang banyak diterapkan oleh perusahaan-perusahaan di seluruh dunia. Perusahaan maju memahami bahwa bisnis berbasis prinsip jauh lebih dari sekadar standar minimum atau kepatuhan. Prinsip memberikan landasan bersama bagi mitra, kode moral bagi karyawan, ukuran akuntabilitas, dan pada akhirnya adalah dasar untuk membangun kepercayaan di seluruh papan [3]. Dengan sepuluh prinsip ini diharapkan dapat membangun strategi, kebijakan, dan prosedur, dan membangun budaya integritas dalam sebuah perusaan tersebut. Tidak hanya itu, prinsip ini juga diharapkan dapat menjadi kesuksesan jangka panjang untuk mereka. Berikut adalah sepuluh prinsip yang diterapkan SDGs:

  1. Hak Asasi Manusia: Bisnis harus mendukung dan menghormati perlindungan hak asasi manusia yang dinyatakan secara Internasional.
  2. Memastikan bahwa mereka tidak terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia.
  3. Tenaga Kerja: Bisnis harus menjunjung tinggi kebebasan berserikat dan pengakuan efektif atas hak untuk tawar-menawar kolektif.
  4. Penghapusan semua bentuk kerja paksa dan kerja wajib.
  5. Penghapusan pekerja anak secara efektif.
  6. Penghapusan diskriminasi sehubungan dengan pekerjaan dan pekerjaan.
  7. Lingkungan: Bisnis harus mendukung pendekatan pencegahan terhadap tantangan lingkungan.
  8. Melakukan inisiatif untuk mempromosikan tanggung jawab lingkungan yang lebih besar.
  9. Mendorong pengembangan dan difusi teknologi ramah lingkungan.
  10. Anti Korupsi: Bisnis harus bekerja melawan korupsi dalam segala bentuknya, termasuk pemerasan dan penyuapan [4].

SDGs di Indonesia

Di Indonesia sendiri Bambang Brojonegoro sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia menyatakan bahwa pemerintah Indonesia menyambut baik adanya program dari PBB tersebut. Dengan adanya Perpres No. 59/2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TBG/SDGs), yang dewan pengarahnya langsung dipimpin oleh Presiden Jokowi. Dampak penerapan SDGs sendiri bagi Indonesia sudah dirasakan dari perkebunan kelapa sawit yang meningkat tajam, menurut Bambang industri sawit ini padat karya. Serapan tenaga kerja langsung 4,2 juta, dan tidak langsung 12 juta [2]. Karena SDGs memang dimaksudkan untuk membangun bisnis lokal untuk meningkatkan kesejahtraan masyarakat.

 

Reference

  1. Ilmu Ekonomi. (2016, 6 October). Pengertian dan Tujuan SDGs (Sustainable Development Goals). Retrieved January 6, 2019. From https://www.ilmu-ekonomi-id.com/2016/10/pengertian-dan-tujuan-sdgs-sustainable-development-goals.html
  2. Ihsan, M. (2018, 1 November). Bisnis Ingin Moncer, Ikuti SDGs. Retrieved January 6, 2019. From https://www.wartaekonomi.co.id/read201743/bisnis-ingin-moncer-ikuti-sdgs.html
  3. United Nations. (2018, September 5). Why the SDGs Matter. Retrieved January 6, 2019. From https://www.un.org/sustainabledevelopment/why-the-sdgs-matter/
  4. United Nations. (2017). Making Global Goals Local Business: A New Era for Responsible Business. Retrieved January 6, 2019. From https://www.unglobalcompact.org/library/4321
  5. United Nations. (2015). Sustainable Development Goals. Retrieved January 6, 2019. From https://sustainabledevelopment.un.org/sdgs
  6. United Nations – Industrial Development Organization. (2015). WEIF 2017 – Entrepreneurship and innovation are essential to achieve the Sustainable Development Goals. Retrieved January 6, 2019. From https://www.unido.org/news/weif-2017-entrepreneurship-and-innovation-are-essential-achieve-sustainable-development-goals
  7. Ennis, C. (2018). Entrepreneurship for Development and the SDGs. Retrieved January 6, 2019. From https://www.munplanet.com/articles/fridays-with-munplanet/entrepreneurship-for-development-and-the-sdgs