Diksi merupakan pemilihan kata. Maksudnya, penulis memilih kata yang tepat untuk menyatakan sebuah kalimat. Salah satu permasalahan yang dialami penulis pemula adalah pemilihan kata yang tidak variatif dalam memproduksi sebuah tulisan. Pemilihan kata yang monoton tersebut menciptakan suasana membosankan dari sebuah tulisan. Terkadang, penulis cenderung mengulang kata, padahal kata tersebut dapat digantikan dengan kata lain yang memiliki peran yang serupa.

Contoh:

  • Cinta pergi ke kampus pagi ini, lalu pergi ke perpustakaan untuk mencari buku, lalu ke kantin makan siang bersama teman-teman sampai sore, lalu pulang ke rumah .

Terjadi pengulangan kata khususnya pemilihan kata hubung “lalu”. Kalimat tersebut akan lebih baik jika direvisi seperti berikut ini.

  • Cinta pergi ke kampus pagi ini, lalu pergi ke perpustakaan untuk mencari buku. Setelah itu, dia pergi ke kantin makan siang bersama teman-teman, kemudian pulang ke rumah di sore hari.

Pemilihan kata menjadi poin penting dalam penyusunan kalimat yang efektif. Contoh kalimat tersebut tidak memenuhi syarat dalam pemilihan kata, sehingga menjadi kalimat tidak efektif. Ada lima syarat dalam memilih kata, yaitu (1) kebenaran, (2) kecermatan, (3) ketepatan, (4) kelaziman, dan (5) keserasian. Mari kita bahas lebih perinci.

  1. Syarat kebenaran, kata yang benar adalah kata yang mengikuti kaidah tata bahasa (morfologi dan sintaksis).

Contoh:

  • Bu Candrika sudah mengetahui tentang berita itu.
  • Bu Candrika sudah tahu tentang berita itu.

Manakah kata yang tidak benar dari kedua kalimat di atas?  Jawabannya, pada pemilihan kata “tentang”. Kata “mengetahui” tergolong verba transitif yang dapat diikuti secara langsung oleh objek (berita itu). Jadi, kata “tentang” sebagai preposisi tidak perlu dipakai. Sementara itu, verba intransitif “tahu” tidak dapat diikuti oleh pelengkap (berita itu) secara langsung, karena itu, wajib diikuti preposisi “tentang”.

Kalimat revisi:

  • Bu Candrika sudah mengetahui berita itu. (tanpa tentang)
  • Bu Candrika sudah tahu tentang berita itu. (dengan tentang)
  1. Syarat kecermatan, kata cermat adalah kata yang dalam konteks tertentu tidak lebih/tidak kurang, tidak rancu, dan bersifat idiomatis.

 Contoh berikut tentang penggunaan kata sebagaimana dan bahwa pada kalimat berikut.

  • Sebagaimana kita ketahui bahwa bahasa merupakan alat berkomunikasi yang paling penting bagi manusia.

Sudah tepatkah kata bahwa dalam kalimat tersebut? Coba kita pahami melalui dua kalimat berikut ini.

  • Sebagaimana kita ketahui, bahasa merupakan alat berkomunikasi yang paling penting bagi manusia. (tanpa bahwa)
  • Kita ketahui bahwa bahasa merupakan alat berkomunikasi yang paling penting bagi manusia. (tanpa kata sebagaimana)

Artinya, cukup pilih salah satu saja sebagaimana atau bahwa. Dalam konteks kalimat tersebut, ada penggunaan kata yang berlebih.

  1. Syarat ketepatan, kata yang tepat dikenali berdasarkan distribusi atau kolokasinya dengan kata di kiri dan kanannya. Coba cermaticontoh berikut.
  • Pak Karto datang (di/ke/dari) kota Surabaya. Manakah penggunaan preposisi di, ke, dan dari pada kalimat tersebut? Penjelasannya sebagai berikut.

Penggunaan preposisi di, ke, dan dari bergantung pada aspek verba yang diterangkannya. Jika verb aitu beraspek ‘diam/berhenti’, misalnya tiba, tinggal, dan singgah tepatnya digunakan preposisi, di; jika beraspek ‘gerak/bergerak’ menuju ke suatu tempat, misalnya pergi, berangkat, dan maju tepatnya digunakan preposisi, ke; dan jika beraspek ‘gerak/bergerak‘ menyatakan asal kedatangan, misalnya datang, keluar, pulang, dan jatuh tepatnya digunakan preposisi dari3.

  1. Syarat kelaziman, kata lazim adalah kata yang penggunaannya sudah diterima oleh umum. Misalnya penggunaan kata bersinonim.

Contohnya penggunaan kata sekarang dan kini. Apakah keduakata ini dapat digunakan dalam konteks yang sama? Jawabannya, ada pada kedua kalimat di bawah ini.

  • Kita berangkat sekarang atau besok? – Sekarang saja!
  • Kita berangkat kini atau besok? (x)                    – Kini saja! (x)

Kata kini tidak digunakan berdiri sendiri; juga tidak digunakan sebagai atribut untuk menerangkat nomina dan verba pada kalimat di atas.

  1. Syarat keserasian, kata serasi adalah kata yang memiliki hubungan secara semantik dengan kata lainnya dalam konteks tertentu. Salah satu contoh, preposisi sejak, dari, dan mulai sering digunakan secara sekaligus sehingga terjadi preposisi rancu sejak dari, mulai dari, dan mulai sejak, seperti pada contoh kalimat berikut ini.
  • Sejak dari kecil Santi suka menari. (x)
  • Sejak kecil Santi suka menari.

Kalimat yang disusun secara asal dan tidak memperhatikan kebenaran kaidah bahasa, akan menyebabkan banyak kekurangan dalam kalimat tersebut. Dengan memperhatikan syarat-syarat pemilihan kata, kalimat yang kita susun akan menjadi efektif. Mulailah memperhatikan kebenaran kaidah tata bahasa, kecermatan, ketepatan, kelaziman, dan keserasian dalam memilih kata. Supaya, kalimat yang disusun menjadi enak dibaca dan tidak salah diartikan oleh pembaca.

Materi dalam artikel ini diadaptasi dari beberapa sumber pustaka. Silakan membaca lebih lanjut untuk mendapatkan pemahaman yang utuh. Berikut daftar pustaka yang dapat dibaca.

1Arifin, Z & Tasai, A. 2015. Cermat Berahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Akapress.

2Alamsyah, I. 2014. 101 Dosa Penulis Pemula Mengupas IntiSari Workshop Menulis Asma Nadia. Depok: Asma Nadia Publishing House.

3Soedjito & Saryono, D.2011. Seri Terampil Menulis. Malang: Aditya Media Publishing.

4Kuntarto,N.M. 2013. Cermat dalam Berbahasa Teliti dalam Berpikir. Jakarta: Mitra Wacana Media.