Bagaimana Komunikasi Dapat Mengatasi Konflik
Konflik adalah interaksi yang muncul karena adanya perbedaan pendapat, pengetahuan, dan lain sebagainya. Masyarakat menganggap bahwa konflik adalah hal yang wajar dalam interaksi sosial, karena tidak ada seorang pun yang tidak pernah mengalami konflik. Hal ini dapat diatasi dengan kemauan dari individu itu sendiri.
Menurut ahli, konflik terjadi karena adanya interaksi komunikasi. Jika kita ingin mengetahui konflik apa yang sedang terjadi, maka kita harus memiliki kemampuan yang tepat dalam berkomunikasi. Tak selamanya konflik dipandang buruk. Hal yang tidak mengenakkan ini bisa menjadi pengalaman yang positif apabila ditangani dengan tepat. Orang yang berhasil menyelesaikan konflik biasanya akan memiliki hubungan yang lebih erat.
Beberapa faktor yang menjadi penyebab timbulnya konflik yaitu:
- Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk kepribadian yang berbeda. Orang yang berasal dari budaya berbeda sering mengalami kesulitan ketika harus berinteraksi dengan orang dari budaya lain.
- Perbedaan masing-masing individu. Dalam menjalani sebuah hubungan, tiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang terkadang bergesekan dengan orang lain. Pikiran yang tidak selaras bisa menimbulkan konflik.
- Perbedaan kepentingan antar kelompok atau individu. Tiap-tiap individu atau kelompok memiliki kepentingan tersendiri. Ketika orang melakukan hal untuk tujuan yang berbeda, mereka dapat berselisih paham.
- Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat. Jika terjadi perubahan nilai yang mendadak dalam masyarakat, mereka yang masih memegang pandangan lama dapat bermasalah dengan kaum yang sudah lebih modern.
Baca Juga: Macam-macam Ilmu Komunikasi
Ketika konflik sudah terjadi antar individu atau kelompok, maka harus dilakukan sejumlah cara untuk menyelesaikannya. Salah satu cara yang bisa diambil adalah membangun komunikasi yang baik. Berikut beberapa tahap yang dapat dilakukan:
- Kesadaran dari kedua belah pihak bahwa konflik harus diselesaikan. Bila hanya satu pihak saja yang ingin menyelesaikan konflik, biasanya komunikasi hanya menjadi searah dan tidak efektif. Komunikasikan masalah yang ada sehingga konflik dapat segera diselesaikan.
- Pastikan kedua belah pihak fokus pada masalah, bukan menyerang secara personal. Ketika membicarakan konflik, jangan mengangkat masalah pribadi yang tak ada hubungannya. Hal ini bisa memperlambat penyelesaian konflik karena lawan bicara kita dapat terpancing emosi.
- Semua pihak harus menerima solusi yang disepakati bersama. Ketika konflik sudah dibicarakan, jangan lari dari solusi yang sudah disetujui. Jika ada salah satu pihak saja yang tidak mengikuti kesepakatan itu, maka konflik baru akan muncul kembali.
- Berkomunikasi seperti semula tanpa adanya perubahan setelah konflik terjadi. Jangan menyimpan dendam pada orang lain ketika konflik sudah usai. Jadikan konflik sebagai cara untuk mengenal orang lain dengan lebih baik dan mempererat hubungan di kemudian hari.
Teknik-Komunikasi yang Dapat Digunakan dalam Mengatasi Konflik
Selain pemahaman dasar mengenai peran komunikasi dalam mengatasi konflik, ada beberapa teknik komunikasi yang dapat diterapkan untuk meredakan ketegangan dan mencapai penyelesaian yang lebih konstruktif. Beberapa teknik ini antara lain:
1. Mendengarkan Aktif
Mendengarkan secara aktif adalah salah satu teknik komunikasi yang sangat penting dalam menyelesaikan konflik. Ini melibatkan perhatian penuh pada apa yang dikatakan orang lain, tanpa interupsi, serta memberikan respons yang menunjukkan pemahaman dan perhatian terhadap apa yang disampaikan. Dengan mendengarkan aktif, pihak-pihak yang terlibat dapat merasa dihargai dan lebih terbuka untuk berbicara secara jujur.
2. Refleksi dan Klarifikasi
Refleksi adalah teknik di mana seseorang mengulang kembali apa yang telah disampaikan oleh pihak lain dengan cara yang lebih jelas atau dengan kata-kata mereka sendiri. Klarifikasi, di sisi lain, melibatkan meminta penjelasan lebih lanjut tentang sesuatu yang tidak dimengerti sepenuhnya. Kedua teknik ini membantu memastikan bahwa tidak ada kebingungannya dalam komunikasi dan bahwa setiap pihak benar-benar memahami masalah yang ada.
3. Mencari Kesamaan
Daripada memfokuskan perhatian pada perbedaan yang ada, cobalah untuk mencari kesamaan. Fokus pada tujuan atau nilai bersama yang dapat dijadikan dasar untuk menemukan solusi. Misalnya, dalam konflik antara dua departemen yang berbeda di perusahaan, mereka mungkin memiliki perbedaan dalam cara pendekatan kerja, namun keduanya bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan keberhasilan perusahaan. Mencari kesamaan ini bisa menjadi titik awal yang baik untuk menciptakan solusi yang saling menguntungkan.
4. Menggunakan Bahasa yang Positif
Dalam menghadapi konflik, penting untuk menggunakan bahasa yang positif dan konstruktif. Hindari kata-kata yang bisa menyinggung atau memperburuk perasaan orang lain. Gunakan pernyataan yang memfokuskan pada perasaan atau kebutuhan Anda daripada menyalahkan atau mengkritik orang lain. Hal ini akan mengurangi ketegangan dan membuka ruang untuk dialog yang lebih produktif.
Penulis: Raihan Amalia Yasmin (Binusian Communication 2021)
Editor: Lila Nathania, S.I.Kom., M.Litt.
Comments :