People Innovation Excellence
 

Perbedaan Bisnis Keluarga Dengan Non Bisnis Keluarga

Sebuah Kerajaan Bisnis yang dikelola oleh sebuah keluarga bukanlah hal yang asing di Indonesia. Sebut saja Djarum Group yang saat ini tidak hanya memiliki bisnis di Industri Rokok, melainkan di industry perbankan seperti BCA dan industry elektronik seperti Polytron; merupakan salah satu contoh Bisnis Keluarga yang sukses di Indonesia. Lalu bagaimana dengan Bisnis dengan skala Mikro, Kecil dan Menengah? Menurut hasil survey dari Pricewaterhouse Coopers pada tahun 2014 mengenai Bisnis Keluarga, 95% Bisnis di Indonesia adalah dimiliki atau dikelola oleh keluarga. Artinya Bisnis Keluarga bukanlah lagi hal yang asing bagi masyarakat Indonesia.

Lalu bagaimana membedakan Bisnis Keluarga dengan Non Bisnis Keluarga? Menurut Thomas Zellweger dalam bukunya yang berjudul Managing The Family Business Theory and Practice (2017), ada dua hal utama dalam mengetahui apakah sebuah bisnis merupakan bisnis keluarga atau bukan. Faktor yang pertama yaitu Ownership atau Kepemilikan, sebuah bisnis dapat dinyatakan sebagai bisnis keluarga apabila kepemilikan atas bisnis tersebut dimiliki oleh mayoritas keluarga. Lebih detailnya adalah sebagai berikut, untuk Perusahaan / Bisnis dengan skala UMKM maka kepemilikan yang harus dimiliki oleh keluarga tersebut adalah minimal 50% dari total bagian kepemilikan perusahaan, Sedangkan untuk sebuah Perusahaan/ Bisnis yang Besar ataupun yang sudah Go Public setidaknya  anggota keluarga harus memiliki 20% bagian kepemilikan atas perusahaan tersebut.

Faktor selanjutnya yang menentukan sebuah bisnis bisa dikatakan bisnis keluarga atau bukan adalah keterlibatan keluarga dalam manajemen perusahaan tersebut. Untuk perusahaan dengan skala UMKM biasanya anggota keluarga akan menduduki jabatan di Tim Manajemen Atas, yaitu seperti Direktur Pemasaran atau Direktur Keuangan. Hal ini berarti anggota keluarga memegang penuh kendali atas manajemen perusahaan tersebut. Sedangkan untuk Perusahaan yang Besar ataupun yang sudah Go Public, keterlibatan anggota keluarga dalam manajemen perusahaan biasanya tidak dipersyaratkan. Demikian pemaparan mengenai bagaimana beda dari Bisnis Keluarga dengan Non Bisnis Keluarga, semoga bermanfaat.

 

Berkah Dalem,

 

Yoseph Benny Kusuma, S.M.,M.SM.

 

Sumber:

Thomas Zellweger. (2017). Managing Family Business. Edward Elgar. ISBN: 978 1 78347 069 3.

Pricewaterhouse Coopers. (2014). Survey Bisnis Keluarga 2014 Indonesia.


Published at : Updated
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close