People Innovation Excellence
 

MENGATUR KEUANGAN USAHA  

Salah satu kesulitan start-up yang selalu dijumpai dan ditanyakan dalam seminar kewirausahaan adalah masalah pengaturan keuangan. Banyak keluhan usaha yang dijalankan berkembang pesat tetapi justru merugi, atau ketika usaha berkembang justru cash flow nya habis. Masih banyak lagi keluhan yang intinya terkait hal ini. Pertanyaanya adalah, bagaimana hal ini bisa terjadi ?

Mari kita bersama-sama gali tentang hal ini.  Ada beberapa hal yang sering dilakukan seorang start-up terkait hal ini

  1. Tidak mau mencatat setiap transaksinya, banyak faktor mempengaruhi hal ini. Ada beberapa yang merasa mampu mengandalkan ingatannya, ada yang merasa usaha hanya sedikit saja kenapa harus ditulis, bahkan ada yang tidak sempat untuk menulis
  2. Tidak memisah keuangan pribadi dan usaha. Kegagalan start up paling sering disebabkan hal ini. Keuangan usaha yang sedang berkembang dipakai untuk memenuhi kebutuhan pribadi yang sifatnya konsumtif. Naluri manusia akan sulit mengendalikan keinginan jika dia sedang memegang uang, meskipun itu adalah uang usaha.
  3. Salah menentukan biaya produksi. Biaya produksi harusnya dihitung dari semua komponen produksi, mulai dari bahan baku, biaya proses, sampai pengiriman. Disinilah sering terjadi kesalahan. Biaya proses adalah termasuk biaya tenaga kerja sedangkan kebanyakan start-up tidak menghitung tenaga yang dia keluarkan untuk proses produksi sebagai biaya. Dengan demikian maka harga jual produknya menjadi murah, dan mungkin pesanan jadi banyak. Tetapi ketika mau memenuhi semua pesanan itu harus menggunakan tenaga kerja tambahan, tanpa disadari biaya operasional dan produksi menjadi besar. Tidak adanya catatan keuangan dalam usaha membuat seorang start-up tidak menyadari bahwa usahanya mulai merugi.

Belajar dari ketiga hal diatas maka kita bisa menyimpilkan bahwa usaha yang berkembang tidak menjamin keberhasilan jika kita tidak menyadari pentingnya mengatur keuangan usaha. Pengaturan keuangan mutlak harus dilakukan dengan displin supaya kita tahu setiap detail perkembangan usaha kita, dengan mengetahui hal ini kita bisa mengambil langkah cepat jika terjadi situasi yang tidak menguntungkan. Salam Sukses

 


Published at : Updated
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close