Pendahuluan 

Dalam penelitian kualitatif, peneliti merupakan instrument bagi penelitian nya sendiri. Pernyataan tersebut selalui mengawali pemahaman umum tentang instrument penelitian kualitatif. Dalam buku metodologi penelitian, Cresswell menyebutkan peneliti berperan langsung dalam merancang, mengumpulkan, menafsirkan, dan memaknai data ​(Creswell & Creswell, 2023)​. Dalam penelitian kualitatif, instrument tetap diperlukan namun dirancang untuk menangkap pengalaman, makna, dan perspektif subjek penelitian secara mendalam. Secara umum instrumen penelitian yang umum digunakan, seperti; wawancara (terstruktur, semi-terstruktur, atau tidak terstruktur), kuesioner terbuka, observasi partisipan, arsip percakapan online, dokumentasi, dan multimodal. Pemilihan instrumen yang tepat dalam penelitian kualitatif ditentukan dari masalah penelitian yang diangkat dan kedalaman data yang akan dieksplorasi. 

Berdasarkan pengalaman penelitian dengan pendekatan kualitatif yang pernah saya lakukan menggunakan instrumen wawancara terstruktur. Penelitian saya merupakan penelitian dengan paradigma pragmatis yang bertujuan untuk mengembangkan strategi promosi digital desa wisata dengan kearifan lokal sebagai potensi wisata. Penelitian dengan judul Utilizing Local Wisdom-based branding to Promote Tourism Village in Malang, merupakan penelitian yang menggunakan desain penelitian studi kasus. Desain penelitian studi kasus memberi ruang bagi peneliti untuk mempelajari secara mendalam individu, kelompok dan institusi pada desa wisata yang berada dalam Kawasan Bromo Tengger Semeru. Studi kasus digunakan untuk menyelidiki fenomena secara mendalam dan kontekstual (Yin, 2018). Dalam konteks desa wisata, kearifan lokal sebagai daya tarik merupakan fenomena dengan konteks yang unik. Tujuan dari penelitian untuk membangun pemahaman terlebih dahulu terkait proses, strategi, actor, dan dinamika kultur lokal yang menjadi materi untuk merancang promosi digital desa wisata. Studi kasus membawa peneliti untuk menggali pemahaman kearifan lokal sebagai pembentuk identitas desa wisata, tidak hanya fokus pada apa yang dilakukan untuk menerapkan aksi, tetapi bagaimana aksi dilakukan. Dalam konteks promosi digital desa wisata, dapat diteliti dari aspek konten media sosial, narasi yang dibangun oleh pengelola desa wisata, narasi yang terbangun kepada para wisatawan, dan observasi pada praktik promosi yang dilakukan oleh desa wisata, melalui media digital seperti media sosial dan website desa wisata.  

Dalam studi kasus, instrument penelitian menjadi kunci untuk menggali data pada subjek penelitian. Wawancara terstruktur dalam penelitian kualitatif sebagai instrumen yang menampilkan kejelasan dan validitas data, namun tetap memberi ruang bagi informan untuk mengekspresikan pengalaman mereka. Wawancara kualitatif yang didukung dengan struktur panduan pertanyaan, tools visual, profil informan tidak hanya menghasilkan data yang lebih sistematis, tetapi lebih memiliki kedalaman makna dan partisipatif (Glegg, 2018). Wawancara terstruktur memiliki karakteristik format pertanyaan baku, konsistensi antar pertisipan, dan memudahkan dalam melakukan kategorisasi data. Proses penyusunan instrumen penelitian yang saya lakukan dengan menyusun struktur pedoman pertanyaan yang akan menjadi acuan pada proses interview. Urgensi menggunakan instrumen wawancara terstruktur dalam penelitian Utilizing Local Wisdom-based branding to Promote Tourism Village in Malang dapat memberikan informasi dari informan secara jelas dan konsisten, namun tetap memberikan ruang bagi informan untuk mengekspresikan pengalaman mereka sebagai actor dalam pengelolaan promosi desa wisata. Wawancara terstruktur, peneliti tetap berpegang pada pedoman yang telah ditetapkan sebagai kerangka pertanyaan, namun alur pertanyaan dan urutan pertanyaan berkembang mengikuti arah informasi yang disampaikan informan (Roulston & Choi, 2018). Informan dengan segala pengetahuan dan pengalaman sebagai aktor yang memiliki keterkaitan pada artikulasi kearifian lokal sebagai identitas branding desa wisata. Sebagai contoh, partisipan yang juga sebagai perangkat desa yang menjalankan kebijakan terkait pengembangan area wisata oleh pemerintah daerah dapat bernarasi tentang pengetahuan dalam strategi pengembangan wisata lokal yang menjadi program prioritas pemerintah daerah. Komunitas lokal seperti ketua Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) sebagai aktor yang menjalankan fungsi promosi objek desa wisata melalui pengelolaan media promosi desa, seperti konsep materi promosi media sosial dan website desa wisata. Kemudian yang tidak kalah penting adalah narasi tentang ragam simbol, adat, dan kebudayaan lokal khas desa wisata yang menjadi identitas desa wisata dapat digali dari pengurus penggiat seni Bantengan yang ada di desa wisata Wringinanom. 

Dalam proses pengumpulan data pada penelitian kualitatif, peneliti fokus untuk memahami makna yang dibangun oleh informan (partisipan), bukan pemaknaan atau intepretasi yang dimiliki oleh peneliti sendiri atau intepretasi dari yang diperoleh dari literatur (Creswell & Creswell, 2023). Dengan menggunakan wawancara terstruktur sebagai instrumen utama menggali makna sosial yang dimiliki informan. Hal tersebut menjadi penting ketika penelitian perlu memposisikan informan sebagai subjek yang memiliki makna, perspektif, dan pengalaman kontekstual terhadap fenomena yang diteliti, bukan sekadar objek yang memberikan jawaban yang kuantifikasi saja (Bloor & Wood, 2011).  

— bersambung ke Part 2

Referensi 

Berger, A. A. (2016). Media and communication research methods: An introduction to quantitative and qualitative approaches (4th ed.). Sage Publications. 

Bloor, M., & Wood, F. (2011). Keywords in qualitative methods: A vocabulary of research concepts. SAGE Publications Ltd. 

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). Sage Publications. 

Glegg, S. M. N. (2018). Facilitating interviews in qualitative research: A practical guide. Canadian Journal of Occupational Therapy, 85(3), 176–184. https://doi.org/10.1177/0008417417755333 

Hamel, J., Dufour, S., & Fortin, D. (1993). Case study methods. SAGE Publications. 

Roulston, K., & Choi, M. (2018). Qualitative interviews. In U. Flick (Ed.), The SAGE handbook of qualitative data collection (pp. 233–249). Sage Publications. 

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Sage Publications. 

Mastering the Art of Qualitative Research Interviews: A Step-by-Step Guide