Mengenal Dasar-Dasar Nilai Berita

Apa itu News?

News (Berita) adalah informasi tentang hal-hal penting yang relevan untuk banyak orang, yang disajikan dengan cara berimbang, tidak memihak, dan tepat waktu.

Agar sebuah berita menarik dan diterima dengan baik oleh audiens, terdapat beberapa elemen dasar yang harus dipenuhi. Elemen-elemen tersebut dikenal dengan istilah News Interest atau Nilai Berita.

Nilai berita terdiri dari enam bagian, yaitu Significance, Localness, Balance, Timeliness, Unusualness, dan Fame. Keenam unsur tersebut dapat disingkat menjadi SiLoBaTiUnFa agar mudah untuk diingat,

Pada artikel ini kita akan membahas tiga elemen awal, yaitu Significance, Localness, dan Balance.

  1. Significance (Signifikansi)

Signifikansi artinya berita atau informasi tersebut harus memiliki makna atau relevansi yang penting bagi banyak orang. Informasi yang disampaikan harus memiliki dampak atau nilai yang besar bagi masyarakat.

Contoh:

Pemerintah mengumumkan kenaikan tarif listrik untuk rumah tangga mulai bulan depan. Berita ini memiliki nilai signifikansi yang tinggi karena akan berdampak langsung terhadap pengeluaran jutaan masyarakat dan dapat memengaruhi biaya hidup sehari-hari.

  1. Localness (Kelokalan)

Localness berarti berita harus memiliki kaitan dengan daerah atau komunitas lokal setempat. Berita yang tidak memiliki hubungan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat lokal cenderung kurang menarik perhatian.

Contoh:

Berita tentang penutupan sementara sebuah jembatan utama di Surabaya karena perbaikan akan lebih menarik bagi warga Surabaya dibandingkan bagi masyarakat di daerah lain. Informasi tersebut penting karena dapat membantu warga menentukan jalur alternatif sebelum berangkat bekerja atau beraktivitas.

  1. Balance (Keberimbangan)

Balance berarti berita harus disajikan secara seimbang atau tidak memihak dengan menghadirkan berbagai sudut pandang yang ada. Sebuah berita yang baik harus mencakup informasi dari berbagai pihak, baik yang setuju maupun yang tidak setuju, agar dapat dinilai secara objektif.

Contoh:

Sebuah pemerintah daerah menerapkan aturan pembatasan penggunaan kantong plastik di pusat perbelanjaan. Dalam pemberitaannya, media perlu menghadirkan pandangan dari pemerintah sebagai pembuat kebijakan, pelaku usaha yang terdampak, serta masyarakat atau pemerhati lingkungan yang mendukung maupun mengkritisi kebijakan tersebut.

Dengan demikian, audiens dapat memahami persoalan dari berbagai sudut pandang.

Tiga elemen di atas menunjukkan bahwa sebuah berita tidak hanya harus penting, tetapi juga dekat dengan kehidupan audiens dan disajikan secara objektif. Pada artikel berikutnya, kita akan melanjutkan pembahasan tiga elemen lainnya, yaitu Timeliness, Unusualness, dan Fame, yang juga menentukan seberapa menarik sebuah berita bagi masyarakat.

Source:
Natalie T. J. Tindall, Amber L. Hutchins, Ronald D. Smith. (2025). Becoming a Public Relations Writer Strategic Writing for Emerging and Established Media. 7th. Routledge . New York. ISBN: 9781032159324  

https://www.dailysabah.com/readers-corner/2014/12/28/determining-the-value-of-a-news

Penyunting: Adhi Murti Citra Amalia H