B2B vs B2C Marketing
Di dunia marketing saat ini, ada dua istilah yang sering diperbincangkan yaitu B2B (Business to Business) dan B2C (Business to Consumer). Kedua pendekatan marketing ini sama-sama bertujuan untuk menjangkau audiens, akan tetapi cara dan strateginya keduanya berbeda, terutama jika dilihat dari kacamata Public Relations (PR).
Pada B2B, interaksi terjadi antar perusahaan. Proses pembelian tidak sesederhana membeli barang di toko. Namun ada banyak pihak yang terlibat, mulai dari manager, tim purchasing, hingga direksi. Public Relations di sini berperan dalam membangun kepercayaan serta kredibilitas di antara para pemangku kepentingan. Oleh karena itu adanya komunikasi yang transparan, informatif, serta konsisten menjadi kunci utama untuk menciptakan hubungan jangka panjang. PR di B2B biasa menggunakan berbagai media seperti press release, webinar, dan event bisnis yang bertujuan untuk memperkuat posisi perusahaan di industri.
Berbeda dengan B2B, B2C lebih berorientasi pada konsumen akhir. Strategi pemasaran di sini sering kali melibatkan emosi dan pengalaman pribadi. Public Relations berperan penting untuk menciptakan citra positif dan menarik perhatian konsumen. Maka dari itu, cerita-cerita inspiratif, kampanye kreatif, dan kolaborasi dengan influencer menjadi senjata utama PR B2C. Tujuannya adalah untuk meningkatkan engagement serta membangun brand loyalty melalui storytelling yang dekat dengan kehidupan sehari-hari konsumen.
Meskipun B2B dan B2C memiliki pendekatan yang berbeda, keduanya saling melengkapi. Keduanya memerlukan strategi PR yang efektif untuk membangun hubungan yang kuat, baik dengan partner industri maupun dengan konsumen. Di era digital seperti sekarang, integrasi antara B2B dan B2C semakin penting. Perusahaan harus mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen dan perkembangan teknologi agar tetap relevan di pasar.
Source Gambar: B2B versus B2C Digital Marketing – The Munro Agency
Penulis: Viola Angelica
Penyunting: Adhi Murti Citra Amalia H
Comments :