Mahasiswa BINUS @Malang, Rain Ethan Nathanael bersama rekannya Andika Dimas Prasetyo, berhasil menorehkan prestasi membanggakan melalui ajang Video Journalism Competition dalam acara COMMDAY yang diselenggarakan oleh Universitas Kristen Petra. Dalam perlombaan tersebut, tim mereka yang bernama “Tuhan Berkati” mengangkat tema “berkarya” melalui sebuah karya video jurnalistik berjudul “Ratna Indraswari Ibrahim: Seorang Perempuan yang Melawan.” Karya tersebut berhasil membawa mereka meraih Juara 1 pada subkategori “berkarya” dalam kompetisi Laga Cipta Commday.

Rain Ethan Nathanael dan Andika Dimas Prasetyo
Rain Ethan Nathanael dan Andika Dimas Prasetyo

Video jurnalistik yang mereka garap mengangkat sosok Ratna Indraswari Ibrahim, seorang sastrawati penyandang disabilitas yang telah menghasilkan ratusan karya sastra dalam bentuk cerpen, novel, hingga puisi. Meski hidup dengan penyakit rachitis yang mengganggu mobilitasnya sejak usia muda, mendiang Ratna Indraswari Ibrahim tidak pernah berhenti berkarya. Karya-karya yang beliau hasilkan tidak hanya berbicara tentang perjuangan pribadinya, tetapi juga mengangkat isu pemberdayaan perempuan, penyandang disabilitas, lingkungan, dan perlawanan terhadap ketidakadilan sosial. Dari semangat itulah lahir judul “Perempuan yang Melawan”, sebagai representasi perjuangan beliau dalam menghadapi keterbatasan sekaligus melawan stigma sosial terhadap penyandang disabilitas dan perempuan.

Dalam proses pendalaman materi, Rain dan Andika menemukan bahwa perjalanan hidup mendiang Ratna Indraswari Ibrahim tidak selalu mudah. Mengacu pada buku Fokus karya beliau, mereka mempelajari bagaimana beliau pernah mengalami perundungan semasa sekolah dan sempat bergulat dengan penerimaan dirinya sendiri. Namun, melalui dukungan sahabat dan lingkungan sekitarnya, beliau perlahan mampu menemukan kekuatan untuk bangkit dan melihat kekurangannya sebagai sudut pandang baru dalam berkarya. Menurut Bapak Abdul Malik, salah satu sahabat beliau, dukungan lingkungan menjadi faktor penting yang membuat beliau terus berkembang karena orang-orang di sekitarnya tidak pernah memandang beliau sebagai seseorang yang “berbeda”, melainkan sebagai pribadi yang setara dengan yang lain.

Semangat inilah yang kemudian diwariskan melalui Rumah Budaya Ratna atau RBR, sebuah rumah budaya yang hadir sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan mendiang Ratna Indraswari Ibrahim. Tidak hanya menjadi ruang baca, RBR juga berkembang sebagai ruang bertemu, berdiskusi, dan bertumbuh bersama bagi generasi muda. Berbagai kegiatan seperti pemutaran film, bedah buku, forum diskusi, hingga aksi sosial rutin diselenggarakan untuk memperkenalkan literasi, kebudayaan, serta meningkatkan kesadaran terhadap isu sosial di sekitar masyarakat. Forum-forum yang diadakan di RBR juga terbuka untuk umum dan menghadirkan ruang diskusi yang inklusif, di mana setiap pendapat dan pertanyaan dihargai tanpa adanya penghakiman.

Melalui proses produksi video jurnalistik ini, Rain dan Andika mengaku memperoleh sudut pandang baru mengenai arti berkembang dan berkarya. Sosok mendiang Ratna Indraswari Ibrahim menjadi pengingat bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti menciptakan sesuatu. Di tengah hambatan mobilitas yang membuat beliau tidak dapat mengetik sendiri dan harus bergantung pada bantuan orang lain, beliau tetap mampu menghasilkan ratusan karya yang memberi dampak luas bagi masyarakat. Pengalaman tersebut juga menjadi refleksi mengenai bagaimana banyak orang sering kali terlalu fokus pada kekurangan yang dimiliki hingga lupa melihat potensi dan kemampuan yang sebenarnya telah mereka miliki.

Prestasi yang diraih dalam kompetisi ini juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak yang terlibat selama proses produksi berlangsung. Mulai dari dosen pembimbing, teman-teman, fasilitas kampus, hingga seluruh pihak RBR seperti Bapak Benny Ibrahim, Bapak Abdul Malik, Ibu Nunung, dan berbagai pihak lainnya yang membantu memperkenalkan sosok mendiang Ratna Indraswari Ibrahim secara lebih mendalam. Dukungan dan lingkungan yang hadir tersebut menjadi bagian penting dalam keberhasilan karya video jurnalistik ini sekaligus memperkuat pesan utama yang ingin disampaikan, yaitu bahwa seseorang dapat bertumbuh dan berkembang ketika berada di lingkungan yang mendukung dan menghargai prosesnya.