Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Digital Communication BINUS Malang. Tim Bakso Multiverse berhasil meraih Juara 1 dalam kompetisi nasional Communication Event (COMET) 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Udayana. Pencapaian ini menjadi prestasi lanjutan bagi tim setelah sebelumnya berhasil meraih Juara 1 dalam kompetisi podcast yang diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya.

Dalam COMET 2026, Tim Bakso Multiverse mengusung tema utama “Eksploitasi dalam Media Sosial” melalui karya podcast pada segmen SECANGKIR (Seru-Seruan Cari Pikir). Podcast tersebut dibawakan oleh Akbar sebagai host dan Yiezhen sebagai guest star sekaligus content creator.

Mengangkat judul episode “Kita yang Mainan Sosial Media atau Media Sosial yang Mainin Kita?”, karya ini mengajak audiens, khususnya generasi muda, untuk merefleksikan hubungan mereka dengan media sosial. Pembahasan tidak hanya berfokus pada bagaimana seseorang menggunakan media sosial, tetapi juga bagaimana platform digital, algoritma, dan perkembangan teknologi dapat memengaruhi cara manusia berpikir, berperilaku, hingga mengambil keputusan.

Salah satu isu yang turut diangkat adalah perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat. Tim Bakso Multiverse menyoroti pentingnya kemampuan manusia untuk beradaptasi dan berkolaborasi dengan AI. Alih-alih melihat teknologi sebagai sesuatu yang sepenuhnya menggantikan manusia, karya tersebut mengajak audiens untuk memahami AI sebagai teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kreativitas dan produktivitas manusia.

Melalui dialog yang interaktif dan dikemas secara natural, podcast tersebut membedah berbagai persoalan yang dihadapi kreator konten digital saat ini. Salah satunya adalah fenomena ketika konten yang telah diproduksi secara matang justru dapat kalah bersaing dengan konten yang mengandalkan sensasi dan eksploitasi emosi.

Tim Bakso Multiverse juga mengkritisi sistem algoritma platform digital yang cenderung mengutamakan engagement. Kondisi tersebut dapat mendorong munculnya konten yang mengeksploitasi rasa sedih, emosi, maupun kesenangan sesaat demi mendapatkan perhatian audiens. Fenomena ini kemudian dikaitkan dengan tekanan psikologis yang dialami kreator, termasuk algorithmic anxiety, yaitu kecemasan yang muncul akibat tuntutan untuk terus mengikuti perubahan algoritma dan mempertahankan performa konten.

Keberhasilan Tim Bakso Multiverse dalam COMET 2026 turut didukung oleh proses pembelajaran dan bimbingan dari Wahyu Kristian Natalia dan Rio Satria Nugroho, selaku dosen Digital Communication BINUS Malang. Arahan dan pendampingan yang diberikan membantu tim dalam mengembangkan ide, mempertajam isu yang diangkat, serta menyempurnakan penyajian karya agar mampu bersaing di tingkat nasional.

Rangkaian prestasi tersebut menunjukkan konsistensi Tim Bakso Multiverse dalam mengembangkan kreativitas dan kemampuan komunikasi digital. Setelah sebelumnya meraih Juara 1 dalam kompetisi podcast di Universitas Brawijaya, tim kembali membuktikan kemampuannya dengan meraih Juara 1 COMET 2026 di Universitas Udayana.

Pencapaian ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembelajaran mengenai komunikasi digital, literasi media, produksi konten, dan pemikiran kritis dapat diterapkan melalui karya kreatif yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kehidupan generasi muda.

Prestasi Tim Bakso Multiverse diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa Digital Communication BINUS Malang untuk terus berani berkarya, mengangkat isu-isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat, berpikir kritis terhadap perkembangan media digital, serta menciptakan karya yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memberikan dampak positif.