Sinergi Dosen dan Mahasiswa: Di Balik Kesuksesan Ivania Keshia, Mahasiswi Digital Communication, di Ajang News Casting Nasional
Program studi Digital Communication BINUS@Malang kembali menambah deretan prestasi melalui salah satu mahasiswanya. Prestasi membanggakan kali ini diraih oleh Ivania Keshia Candra, mahasiswi Digital Communication Binusian 2029 yang menjadi champion dari lomba news casting kategori varsity (universitas). Pada hari Minggu, 16 April 2026, Ivania dinobatkan sebagai Juara 1 dalam ajang kompetisi nasional Brawijaya English Tournament yang diselenggarakan oleh Forum Mahasiswa Studi Bahasa Inggris Universitas Brawijaya. Prestasi ini merupakan salah satu pencapaian baru untuk mahasiswa Digital Communication karena praktek lomba news anchor namun dalam Bahasa Inggris.

Seluruh proses kompetisi ini dilakukan secara daring, mulai dari pengumpulan video kepada panitia, hingga semifinal dan final yang diadakan secara siaran langsung melewati platform Zoom Meetings. Ivania belajar dan berproses serta banyak dibantu dengan fasilitas yang tersedia di laboratorium Digital Content yang tersedia di BINUS@Malang, mulai dari kamera, pencahayaan, suara, hingga pelaksanaan semifinal yang diatur dari MCR secara langsung. Tetapi tantangan yang sesungguhnya datang ketika pengumuman finalis dibacakan dan Ivania harus melakukan proses final sendiri tanpa bantuan dari laboratorium maupun dosen yang mendampinginya, berhubung final lomba tersebut dilaksanakan pada hari Minggu. Namun, peralatan yang dapat dipinjam dari laboratorium seperti mic wireless dan lampu sangat membantu jalannya tahap terakhir dari rangkaian kompetisi tersebut.

Pencapaian ini juga tentu tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi merupakan kebahagiaan bersama dari orang-orang yang turut membantu selama proses kompetisi antara lain: Miss Wahyu Kristian Natalia dan Bapak Rio Satria, memberikan bimbingan intensif selama proses pembuatan naskah hingga presentasi di tahap akhir lomba. Wili Afri Dwiyanto dan Clarissa Dea Camelia, selaku asisten laboratorium, menjadi pilar teknis yang tak ternilai perannya sepanjang kompetisi. Tak lupa, dukungan moral dari teman-teman serta kakak tingkat turut menjadi penyemangat yang mengantarkan Ivania pada hasil terbaiknya. Kiranya kisah ini bisa menjadi sebuah pemantik untuk mahasiswa Digital Communication lainnya untuk terus berkarya, berkompetisi, dan memperluas jejeran prestasi program studi. Sebagaimana motto yang selalu dipegang teguh oleh Ivania: ‘If we never try, how would we know?’
Comments :