Dari BINUS Malang ke Malaysia: Pengalaman Mahasiswi Digital Communication mengikuti ASEAN Youth Peacebuilders Program (AYPP)

Jessy Evelyn Goman, mahasiswi Program Studi Digital Communication BINUS Malang, berhasil mengikuti ASEAN Youth Peacebuilders Program (AYPP) yang diselenggarakan di Malaysia pada 17–29 Januari 2026. Program pelatihan intensif selama 12 hari ini mempertemukan pemimpin muda dari berbagai negara ASEAN untuk memperdalam keterampilan membangun perdamaian, penyelesaian konflik, dan dialog lintas komunitas. Dari lebih dari 100 pendaftar, hanya 43 peserta dari 11 negara yang terpilih melalui proses seleksi dan pembekalan daring selama beberapa bulan.
Selama mengikuti program, Jessy mendapatkan kesempatan belajar langsung dari para ahli internasional di bidang perdamaian dan kepemimpinan pemuda. Ia juga terlibat dalam diskusi lintas budaya yang memperluas cara pandangnya sebagai komunikator digital. “Di sana kami tidak hanya belajar teori, tapi juga bagaimana memahami perbedaan dan membangun dialog yang bermakna,” ungkap Jessy. Pengalaman ini menjadi momen pertama baginya untuk terlibat dalam forum internasional yang begitu intens dan kolaboratif.

Selain pengalaman akademik, Jessy mengaku bahwa relasi yang terbangun selama program menjadi salah satu hal paling berkesan. “Aku bisa berteman dengan peserta dari luar Indonesia dan membangun hubungan yang sangat erat. Sampai sekarang rasanya masih tidak percaya kalau 12 hari itu sudah berakhir,” tuturnya. Atas kontribusinya, Jessy berhasil meraih Spirit of Unity Award serta Most Innovative Project Peacebuilding Idea Award, sebuah pencapaian yang membanggakan Binusian, khususnya Program Digital Communication.
Kisah Jessy menunjukkan bahwa mahasiswa Digital Communication BINUS Malang memiliki ruang dan dukungan untuk berkembang hingga tingkat internasional. “If you don’t take a step forward, kamu akan stuck di tempat yang sama. BINUS membawaku satu langkah depan lebih besar,” kata Jessy. Bagi siswa SMA dan orang tua calon mahasiswa, ini adalah bukti bahwa pilihan lingkungan belajar yang tepat dapat membuka peluang global. Sementara bagi mahasiswa, cerita ini menjadi ajakan untuk berani mencoba, aktif berorganisasi, dan memanfaatkan kompetensi komunikasi digital untuk memberi dampak nyata bagi dunia.
Comments :