Memilih jurusan kuliah bukan hanya soal nama program studi, tapi juga siapa yang akan membimbing proses belajarnya. Terutama di bidang yang sangat dinamis seperti Digital Communication, pengalaman dan cara berpikir dosen menjadi faktor penting dalam membentuk kompetensi mahasiswa.

Di Program Digital Communication BINUS Malang, mahasiswa tidak hanya belajar teori komunikasi, tetapi juga berinteraksi langsung dengan dosen-dosen yang memiliki latar belakang profesional, riset internasional, dan pengalaman industri nyata. Inilah yang membuat proses belajar terasa relevan dengan dunia kerja dan perkembangan zaman.

Belajar dari Praktisi dan Akademisi yang Aktif di Dunia Nyata

Dosen di Digital Communication BINUS Malang datang dari beragam latar belakang profesional, sehingga mahasiswa memperoleh sudut pandang yang luas tentang dunia komunikasi digital.

Beberapa dosen memiliki pengalaman kuat di industri kreatif dan media digital.
Bhekti Setyowibowo, misalnya, merupakan seorang filmmaker, content creator, digital media entrepreneur, sekaligus visual journalist. Dengan kepakaran di bidang film studies dan digital content production, mahasiswa diajak memahami bagaimana sebuah konten visual dirancang, diproduksi, dan berdampak di ruang digital.

Di sisi lain, ada Wahyu Kristian Natalia, seorang media practitioner yang berpengalaman dalam manajemen media dan program kreatif. Pengalaman ini membantu mahasiswa memahami bagaimana industri media bekerja dari balik layar, termasuk aspek strategi, manajemen, dan keberlanjutan konten.

Komunikasi Digital, Literasi, dan Isu Sosial

Komunikasi digital tidak bisa dilepaskan dari isu sosial, politik, dan budaya. Karena itu, mahasiswa juga dibimbing oleh dosen dengan kepakaran di area tersebut.

Frederik Masri Gasa berfokus pada komunikasi politik dan literasi digital, membantu mahasiswa memahami bagaimana informasi, hoaks, dan opini publik terbentuk di era media sosial.
Yanuarita Kusuma Permata Sari mengkaji budaya populer, selebriti, industri budaya, dan kapitalisme digital, membuka wawasan mahasiswa tentang bagaimana media dan ekonomi digital saling memengaruhi.

Sementara itu, Rio Satria Nugroho membawa perspektif sustainability dan digital culture, mengajak mahasiswa melihat komunikasi digital dalam konteks global dan isu keberlanjutan.

Visual, Lingkungan, dan Komunikasi

Keunikan Digital Communication BINUS Malang juga terletak pada pendekatan visual dan kemanusiaan.

Radityo Widiatmojo adalah seorang international photo-journalist dengan kepakaran di bidang digital fotografi dan literasi visual. Mahasiswa tidak hanya belajar memotret atau membuat konten visual, tetapi juga memahami makna, etika, dan kekuatan pesan visual di era digital.

Lila Nathania, sebagai international researcher, membawa kepakaran komunikasi lingkungan, isu yang semakin penting di tengah krisis iklim dan transformasi digital.
Windaningsih melengkapi spektrum keilmuan dengan fokus pada komunikasi keluarga, membantu mahasiswa memahami komunikasi interpersonal dan dinamika relasi manusia yang tetap relevan di tengah teknologi.

Untuk aspek komunikasi praktis, Nur Kholis hadir sebagai MC profesional, entrepreneur, dan konsultan komunikasi, dengan keahlian di bidang public speaking dan komunikasi organisasi—kompetensi penting bagi mahasiswa yang ingin percaya diri dan komunikatif di dunia profesional.

Suasana Kuliah yang Asyik, Kritis, dan Relevan

Dengan karakter dosen yang relatif masih muda, kreatif, dan kritis, suasana perkuliahan di Digital Communication BINUS Malang terasa lebih interaktif, terbuka, dan menyenangkan. Diskusi kelas tidak hanya membahas teori, tetapi juga fenomena yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mahasiswa: media sosial, konten digital, visual, isu viral, hingga profesi masa depan.

Bagi siswa SMA kelas 12, program ini cocok untuk yang ingin:

  • belajar komunikasi yang relevan dengan era digital,

  • mengembangkan kreativitas dan daya kritis,

  • serta mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang terus berubah.

Bagi orang tua, Digital Communication BINUS Malang menawarkan lingkungan belajar yang terstruktur secara akademik, namun tetap aplikatif dan adaptif terhadap kebutuhan industri.

Karena di sini, mahasiswa tidak hanya belajar tentang komunikasi, tetapi juga belajar menjadi komunikator digital yang berpikir kritis, kreatif, dan bertanggung jawab. Untuk list perusahaan tempat alumni bekerja, bisa diakses pada link ini [Profil Prodi].