Pasar minuman kekinian saat ini didominasi oleh kopi dan matcha sehingga cukup menantang bagi merek baru untuk bersaing. Namun, kondisi ini justru membuka peluang bagi produk alternatif yang unik, sehat, dan memiliki nilai estetika tinggi. TELAT hadir sebagai solusi dengan mengangkat bunga telang, tanaman asli Indonesia yang kaya antioksidan dan memiliki warna biru keunguan alami yang jarang ditemukan pada minuman kekinian. Permasalahan yang ingin kami selesaikan adalah kurangnya opsi minuman sehat yang instagramable selain kopi dan matcha, terutama bagi konsumen muda yang mulai bosan dengan rasa-rasa yang itu-itu saja. Dengan konsep “minuman sehat kekinian”, TELAT menjadi jawaban bagi mereka yang ingin mencoba pengalaman baru sekaligus mendapatkan manfaat kesehatan dari bunga telang.

Produk TELAT terdiri dari dua varian unggulan. Pertama, Telang Latte yang merupakan perpaduan susu, air telang, dan madu sehingga menghasilkan tekstur creamy yang disukai pecinta minuman berbasis susu. Kedua, Telang Splash yang menggabungkan air telang, lemon, madu, dan biji selasih untuk memberikan sensasi segar dan menyegarkan. Kami menggunakan pemanis alami berupa stevia atau madu sebagai opsi sehat, serta menyajikan produk dalam cup transparan yang menonjolkan warna biru keunguan yang menjadi unique selling point. Desain branding dengan kombinasi warna putih dan biru keunguan memberikan kesan modern, sementara stiker pada setiap cup memperkuat identitas merek. Dengan inovasi ini, TELAT memposisikan diri sebagai opsi ketiga setelah kopi dan matcha di pasar minuman kekinian.

Berdasarkan analisis pasar, TAM (Total Addressable Market) TELAT adalah masyarakat usia 18–25 tahun yang menyukai minuman kekinian, healthy drink, dan minuman aesthetic. Target utama kami adalah mahasiswa, anak muda, serta pengguna media sosial yang gemar mencoba hal-hal baru. Dari data bazaar dan Google Forms, sekitar 70% responden berada di usia 18–21 tahun dan 30% di usia 22–25 tahun. SAM (Serviceable Available Market) adalah bagian dari TAM yang memiliki minat spesifik membeli minuman berbasis bunga telang dan dapat dijangkau melalui kanal penjualan online pre-order serta bazaar kampus. Hasil penjualan menunjukkan bahwa Telang Latte lebih diminati dengan penjualan sekitar 62% dari total pembeli, sementara Telang Splash mencapai 38%. Sementara itu, SOM (Serviceable Obtainable Market) yang berhasil kami capai dalam satu hari bazaar adalah sebanyak 39 cup, terdiri dari 24 cup Telang Latte dan 15 cup Telang Splash. Angka ini menjadi bukti bahwa permintaan riil terhadap produk kami benar-benar ada.

Model bisnis TELAT bertumpu pada dua kanal utama: penjualan langsung melalui pre-order online (sistem PO) dan partisipasi di bazaar atau event kampus. Harga jual yang kami tetapkan adalah Rp35.000 per cup untuk Telang Latte dan Rp30.000 per cup untuk Telang Splash. Value proposition yang kami tawarkan meliputi keunikan warna alami bunga telang, pilihan sehat dengan pemanis stevia, serta pengalaman estetik yang instagramable. Ke depannya, kami juga berencana mengembangkan kemasan ukuran besar untuk katering acara kampus serta menjajaki kerja sama dengan kantin-kantin di lingkungan universitas. Model bisnis ini memungkinkan kami beroperasi dengan modal yang relatif kecil namun tetap memiliki potensi keuntungan yang menarik.

Strategi pemasaran TELAT difokuskan pada pemanfaatan media digital sebagai sarana utama membangun brand awareness dan engagement. Kami aktif membuat konten di TikTok dan Instagram berupa behind the scene pembuatan minuman, taste test, serta konten trend-based yang relevan dengan keseharian Gen Z. Selain pemasaran online, kami juga membangun interaksi langsung dengan konsumen

melalui partisipasi di bazaar kampus, di mana kami dapat menerima feedback secara langsung. Target audiens kami adalah konsumen yang membeli produk berdasarkan estetika atau instagramable, konsumen yang sudah bosan dengan matcha latte, serta mereka yang mencari minuman sehat kekinian dengan potensi hype. Hasil dari 38 responden menunjukkan bahwa rasa dan penampilan produk menjadi nilai plus, dengan 21 responden menyukai rasa serta 14 responden menyukai tampilan produk. Beberapa masukan juga kami terima, seperti penambahan varian rasa, porsi, serta topping, yang akan menjadi bahan pengembangan produk selanjutnya.

Dari sisi keuangan, perhitungan COGS terbaru menunjukkan bahwa Telang Latte (with milk) memiliki biaya pokok produksi sebesar Rp23.614 per cup. Dengan harga jual Rp35.000, maka profit per cup yang diperoleh adalah Rp11.386. Sementara itu, Telang Splash (no milk) memiliki COGS sebesar Rp17.526 per cup dan harga jual Rp30.000, sehingga profit per cup mencapai Rp12.474. Kenaikan biaya produksi ini disebabkan oleh penggunaan air kemasan, es batu dari supplier, serta biaya listrik yang sebelumnya belum sepenuhnya diperhitungkan. Meskipun demikian, margin keuntungan yang dihasilkan masih tergolong sehat. Dengan asumsi modal awal yang sama sebesar Rp1.000.000, titik impas atau BEP untuk Telang Latte tercapai setelah menjual sekitar 88 cup (1.000.000 ÷ 11.386 ≈ 88 cup). Apabila penjualan harian mencapai 24 cup sesuai dengan hasil bazaar, maka BEP dapat tercapai dalam waktu 3–4 hari. Untuk Telang Splash, BEP tercapai setelah menjual 81 cup (1.000.000 ÷ 12.474 ≈ 81 cup). Dengan asumsi penjualan 15 cup per hari, BEP akan tercapai dalam 5–6 hari. Hasil ini membuktikan bahwa target penjualan harian kami tetap realistis dan menguntungkan.

Operasional dan keberlanjutan bisnis TELAT digerakkan oleh sinergi tim yang kuat dengan pembagian peran yang strategis dan saling melengkapi. Sektor operasional dan produksi dipimpin oleh Fadlil Muhammad yang bertanggung jawab mengawal robust design factor untuk menjaga konsistensi takaran serta kualitas estetika warna alami produk. Strategi komunikasi digital dan interaksi pelanggan dikelola secara kreatif oleh Pascha Veroline Dakhi di bidang pemasaran, sementara Syakira Zandra Puspa Kirana bertanggung jawab penuh atas kesehatan finansial melalui analisis pasar, perhitungan BEP, dan pengelolaan arus kas. Melengkapi seluruh fondasi tersebut, Valentina Aileen Cruz Handoko menyempurnakan identitas visual dan kemasan di bagian desain dan branding untuk memastikan produk memiliki daya tarik tinggi bagi target pasar. Dengan kombinasi keahlian tim yang solid serta traksi riil berupa penjualan 39 cup dalam satu hari bazaar, TELAT telah membuktikan validasi pasarnya dan kini siap untuk melakukan skala usaha (scaling up).

Oleh karena itu, kami membuka kesempatan luas bagi para mitra dan rekan strategis untuk berkolaborasi dan tumbuh bersama dalam mengembangkan potensi besar ini. Langkah bersama ini akan menjadi penggerak utama untuk meningkatkan kapasitas produksi, mengoptimalkan rantai pasok bahan baku, serta mengintensifkan kampanye pemasaran digital berbasis tren yang agresif guna memperluas jangkauan pasar. Lebih dari sekadar berpartisipasi dalam bazaar musiman, sinergi yang terbangun akan mempercepat eksekusi rencana taktis kami, termasuk pengembangan kemasan ukuran besar untuk menyasar pasar katering acara serta penetrasi ke jaringan kantin universitas secara lebih luas. Industri F&B kekinian tengah berada di titik jenuh dan konsumen muda aktif mencari alternatif baru yang menyegarkan. Mari bersama-sama mengambil bagian dalam langkah ini, mengamankan posisi sebagai “opsi ketiga” yang dominan, dan mendefinisikan ulang lanskap minuman kekinian di Indonesia melalui inovasi yang sehat, estetik, dan membanggakan kekayaan lokal.

 

Dokumentasi produk

Dosen Pengampu: Roni Heryatno, S.E., M