1.1 Problem Statement

Banyak orang menyukai camilan manis, tetapi sering menghadapi beberapa kendala:

  • Camilan yang dijual di pasaran umumnya hanya menawarkan satu jenis produk, seperti cookies atau es krim saja, sehingga kurang memberikan pengalaman yang unik.
  • Banyak konsumen, terutama mahasiswa, mencari camilan yang praktis, menarik, dan mudah dinikmati saat bersantai atau berkumpul bersama teman.
  • Konsumen saat ini cenderung mencari makanan yang memiliki variasi rasa dan dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing.
  • Banyak produk dessert yang kurang menarik secara visual sehingga kurang cocok untuk dibagikan di media sosial.

1.2 Solution / Product Idea

Hidden 5 adalah dessert unik yang mengombinasikan mini cookies di dalam cone dengan es krim dan berbagai pilihan topping. Produk ini menawarkan pengalaman menikmati camilan yang praktis, terjangkau, dan dapat disesuaikan dengan selera konsumen melalui beragam varian rasa.

Keunggulan:

  • Varian cookies: Original & Red Velvet
  • Pilihan es krim: Vanilla, Chocolate, Strawberry, Coffee
  • Varian topping: Choco Chips, Cookie Crumbs, Sprinkles
  • Praktis, menarik, dan cocok untuk mahasiswa serta generasi muda

Value Proposition:

Menghadirkan kombinasi cookies dan es krim dalam satu sajian yang unik, lezat, dan customizable.

1.3 TAM, SAM, SOM

TAM

Perhitungan Potensial Hidden Five:

  • Estimasi jumlah potensial: 100.000 konsumen potensial
  • Harga jual per produk Rp40.000

Perkiraan TAM:
Rp4.000.000.000

SAM

Target pasar yang dapat dijangkau Hidden Five melalui bazar kampus, venture event, serta promosi Instagram dan TikTok.

Dengan estimasi 45 konsumen dan harga jual Rp40.000 per produk, maka diperoleh:

SAM = 45 × Rp40.000 = Rp1.800.000

SOM

Berdasarkan hasil penjualan selama venture event, Hidden Five berhasil memperoleh pasar aktual dari konsumen yang melakukan pembelian produk secara langsung.

SOM = 22 pelanggan

22 orang × Rp24.318 = Rp535.000

1.4 Business Model

Hidden Five merupakan bisnis dessert yang menawarkan kombinasi ice cream dan soft cookies dengan konsep customizable, sehingga pelanggan dapat memilih varian ice cream, syrup, dan cookies sesuai selera.

Dengan menggunakan kualitas bahan dan pengalaman konsumsi yang unik, Hidden Five hadir sebagai pilihan camilan manis yang menarik bagi mahasiswa dan generasi muda khususnya Gen Z.

1.5 Marketing Strategy

Alih-alih hanya menjual produk, Hidden Five menjual pengalaman.

Melalui konsep customizable dessert, pelanggan dapat merancang kombinasi favorit mereka sendiri dan membagikannya di media sosial.

Strategi ini diperkuat dengan pendekatan social proof, word-of-mouth marketing, serta interaksi langsung pada event kampus untuk membangun hubungan emosional dengan konsumen.

1.6 COGS & FINANCIALS

Hidden Five memiliki COGS sebesar Rp17.800 per porsi, yang mencakup biaya bahan baku, kemasan, dan biaya produksi lainnya.

Dengan harga jual sebesar Rp40.000 per porsi, Hidden Five memperoleh laba kotor sebesar Rp22.200 per produk atau sekitar 55,5% dari harga jual.

Berdasarkan hasil produksi dan penjualan sebanyak 50 porsi, Hidden Five berhasil memperoleh total pendapatan sebesar Rp2.000.000.

Dengan total biaya usaha sebesar Rp890.155 dan biaya tetap sebesar Rp725.000, total biaya yang dikeluarkan mencapai Rp1.615.155.

Dari hasil tersebut, Hidden Five memperoleh laba bersih sebesar Rp384.845.

Financial Highlights:

  • Selling Price: Rp40.000 / porsi
  • COGS: Rp17.800 / porsi
  • Gross Profit: Rp22.200 / porsi
  • Gross Profit Margin: 55,5%
  • Total Revenue: Rp2.000.000
  • Net Profit: Rp384.845
  • Break Even Point: 33 porsi
  • BEP Revenue: Rp1.306.490

1.7 TEAM & ROLES

Hidden 5 didukung oleh tim yang memiliki peran dan tanggung jawab yang saling melengkapi.

Sebagai CEO bertanggung jawab dalam mengarahkan arah bisnis dan strategi pengembangan usaha.

Melodi sebagai CMO mengelola kegiatan pemasaran, promosi digital, serta membangun brand awareness produk Hidden 5.

Amirah sebagai CFO bertugas mengatur anggaran, pencatatan keuangan, dan memastikan pengeluaran serta pemasukan berjalan efisien.

Chelsea sebagai CTO bertanggung jawab dalam pengembangan produk, inovasi rasa, serta menjaga kualitas produk yang dihasilkan.

Rahma sebagai COO mengawasi proses operasional mulai dari produksi, pengemasan, hingga distribusi produk kepada konsumen.

1.8 Call-To-Action

Hidden Five hadir sebagai pilihan dessert yang menggabungkan kreativitas, kualitas, dan pengalaman dalam satu produk.

Dengan konsep customizable ice cream dan soft cookies yang unik, Hidden Five berupaya menghadirkan pengalaman menikmati dessert yang lebih personal dan berkesan bagi generasi muda.

Dukung Hidden Five dan temukan kombinasi dessert favoritmu.

1.9 Intellectual

Properties Right Plan Untuk melindungi identitas dan keunggulan bisnis, HIDDEN FIVEberencana mendaftarkan merek dagangsebagai bentuk perlindungan hukumterhadap brand. Selain itu, desain visual, logo, serta konsep produk akan dikembangkan.

2.0 Market Validation Reflection

Sebagai tahap validasi awal, Hidden Five telah memperkenalkan produk melalui kegiatan venture event dan penjualan langsung.

Respons pelanggan menunjukkan ketertarikan terhadap konsep cookies dalam cone yang unik dan praktis.

Pelanggan juga menyukai variasi rasa yang dapat disesuaikan serta tampilan produk yang menarik untuk dibagikan di media sosial.

Dosen Pengampu : Roni Heryatno, S. E., M. M