Entrepreneurship Market Validation LI51
Devin Fahrezi Alandeta, Fasya Auliya, Junissa Firyal Qonitah, Khaira Nashwa Nayyara
D5651 - Rosalin Ayal, S.E., M.M

A.  MANGSITYUK! FROM THE BEGINNING

Kala itu, pada 6 Februari 2024. Sekelompok empat orang mahasiswa yang mendapatkan tugas untuk berwirausaha. Namun, kami tidak memiliki bekal apapun, tak satu pun dari kami pernah menjadi seorang wirausahawan. Terlebih, kami bukan berasal dari jurusan bisnis. Meskipun telah mendapat pembelajaran terkait bisnis pada mata kuliah sebelumnya, tetapi tetap saja kini kami masih tak mampu menemukan ide bisnis yang terbaik.

Hingga pada suatu saat ketika sedang menggulirkan layar TikTok, kami menyadari bahwa terdapat makanan yang saat itu sedang menjadi tren dan ramai disukai oleh masyarakat. Sebuah hidangan yang mungkin tak lagi asing, tetapi entah mengapa kini menjadi tren di kalangan anak muda. Hidangan tersebut adalah pangsit. Melihat hal ini, kami pun mencoba menelusuri lebih dalam, hingga kami tiba di suatu penemuan yang menarik.

Sebagai mahasiswa jurusan marketing communication, melihat keadaan pasar sudah menjadi makanan sehari-hari. Saat itu kami menyadari bahwa bisnis food & beverage adalah bisnis yang memiliki market yang paling luas. Bagaimana tidak, sampai kapanpun masyarakat akan selalu membutuhkan makanan. Melihat hal ini, kami berempat pun setuju untuk menjual pangsit.

Fase brainstorming pun dimulai. Usai menentukan pembagian tugas, kami sepakat untuk berfokus pada pangsit chili oil sebagai calon menu andalan kami. Saat itu kami mulai mencari apa yang sebenarnya bisa membedakan kami dengan penjual lain. Kami juga mencari bagaimana cara membuat pangsit dengan rasa terbaik yang dapat dinikmati oleh semua market.

Hingga di suatu siang usai kelas, kami menyadari bahwa seringkali kami bingung apa yang harus kami makan di saat jam istirahat. Di sisi lain, kami juga menyadari bahwa kami membutuhkan makanan yang mengenyangkan, praktis, tetapi juga terjangkau secara biaya. Hal ini kemudian kami jadikan dasar pada bahan riset kami. Melalui hal ini ide kami untuk membuat MangsitYuk! Muncul.

MangsitYuk! Adalah nama yang kami pilih setelah melalui ragam pertimbangan. Saat itu, kami ingin membuat bisnis dengan nama yang mudah diingat. MangsitYuk! seolah mengajak setiap orang untuk makan pangsit. Inilah yang menjadi keunikan pertama kami. Kemudian kami merencanakan untuk membuat pangsit langsung di tempat agar pelanggan yang membeli dapat menikmati pangsit selagi hangat.

B.  DIBALIK SEMANGKUK PANGSIT PEDAS

Kami memulai pembuatan pangsit dengan melakukan percobaan pertama. Sebagai mahasiswa komunikasi, kami tak pernah menyadari bahwa untuk dapat membentuk sebuah bisnis, diperlukan waktu yang sangat panjang. Terhitung, kami telah melakukan setidaknya empat kali percobaan, hingga kami berhasil menemukan rasa yang tepat. Di dalam prosesnya, beberapa kali kami menemukan kegagalan. Mulai dari pangsit yang gosong, chili oil yang terlalu pedas dan pahit, hingga pangsit yang tidak ada rasanya. Ragam kegagalan yang kami rasakan cukup membuat kami tertampar, bahwa dalam perjalanan bisnis tak semudah yang kami bayangkan.

Hingga di suatu saat, kami dengan bangga menemukan pangsit dan chili oil dengan rasa yang pas. Namun, ternyata tak berhenti sampai situ. Kami menemukan kegagalan pada packaging yang digunakan pada saat itu. Packaging yang kami harapkan nyatanya tak mampu menahan panas sehingga mudah tumpah. Kembali kami mengalami kerugian dalam proses percobaan. Hal itu tidak membuat kami menyerah, sebaliknya kami selalu terus berusaha untuk hasil yang terbaik.

C.  GAGAL COBA LAGI

Dalam proses bisnis ini, kegagalan telah menjadi teman baru kami. Usaha demi usaha terus kami lakukan. Namun dibalik prosesnya, kami sangat bersyukur dipertemukan dengan dosen yang sangat baik. Dosen yang mampu memberikan arahan dan masukan bagi kami dalam proses pengembangan bisnis. Kami juga senang mendapatkan feedback dari para expert yang telah membantu kami dalam proses pengembangannya. Ragam masukan kami pertimbangkan dan kami jalankan sesuai dengan arahan.

Tiba lah ketika kami perlu melakukan validasi kepada market secara langsung. Untuk mendapatkan hasil terbaik, kembali kami mengusahakan ragam upaya. Saat itu kami berpikir bagaimana cara memberikan pelayanan terbaik. Kami pun berusaha memudahkan dengan menghadirkan metode pembayaran QRIS. Namun kami mengalami proses yang tak menyenangkan, ternyata pembuatan QRIS cukup sulit. Kami melakukan pendaftaran hingga lima kali, tetapi tak kunjung berhasil. Hingga kami mendapatkan notifikasi bahwa QRIS kami telah disetujui, rasa gembira tak terbendungi kala itu. Kami pun bergegas mempersiapkan ragam persiapan lain. Mulai dari menyiapkan alat dekorasi, hingga keperluan lainnya.

Ketika berjualan di Binus Festival, tak hentinya kami diberi cobaan. Saat itu, kami telah mempersiapkan berbagai hal termasuk ragam potensi kemungkinan terburuk. Mulai dari penggunaan kompor gas portable, hingga bahan-bahan lainnya. Betapa terkejutnya kami saat itu menemukan kendala gas yang macet. Meskipun memakan waktu yang cukup lama untuk memperbaikinya, kami tetap berhasil menggunakannya. Tak henti sampai disitu, kami menemukan masalah lain. Siapa sangka, meja yang kami bawa dari rumah, meja yang digunakan sebagai alas, nyatanya tak mampu menahan panas. Hingga membuat kerugian karena benda tersebut rusak.

D.  BISNIS TAK SEMUDAH ITU

Kami tidak pernah menyangka proses bisnis akan sesulit ini. Kendala seperti kegagalan ketika proses percobaan, hingga kegagalan saat terjun ke market telah menemani kami selama proses pembelajaran kami. Kami menyadari bahwa masih banyak hak yang perlu disempurnakan dari proses pengembangan bisnis MangsitYuk!. Di sisi lain, kami sangat beruntung mendapatkan lingkungan dukungan yang positif dari dosen, expert, juga pembeli kami. Kami belajar banyak dari proses bisnis yang kami lakukan. Bisnis memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, tetapi dengan kekuatan konsisten dan keyakinan, kami percaya siapa pun bisa menjalankan bisnis walau perlu menghadapi proses yang panjang.