by Dr Edi Sukmadirana ST MT

Dalam merancang model diseminasi untuk penerapan mobile money di masyarakat
pedesaan Kabupaten Tasikmalaya untuk menunjang pengembangan agribisnis dengan
pendekatan Soft System Modeling dapat disimpulkan sebagai berikut :

  1. Model diseminasi mobile money harus dibangun secara system untuk mencapai target
    pemahaman, kesadaran dan aksi pada masyarakat pedesaan.
  2. Model yang dibangun terdiri dari empat layer yang dipetakan seperti pada Gambar
    dibawah ini.

 

Pada layer pertama disimpulkan bahwa :

  1. Mobile money harus memiliki nilai tambah yang lebih baik pada aspek keamanan,
    kemudahan dan keuntungan, dalam pembayaran, menabung, cicilan pendanaan dan
    asuran
  2. dilakukan dengan merangkul 35 unit KUD, Penjual tanaman/bibit, penjual pupuk, 39 mini
    market, 2235 industri kerajinan, 232 warung makan/restoran, 253 industri makanan.
  3. Regulasi mobile money harus dikenalkan dan disampaikan oleh kantor cabang BI dan pemda
    melalui penyebaran brosur lewat perangkat desa, radio daerah, SMS broadcast dan Group
    WA.
  4. Guna meningkatkan kemampuan customer, maka Pemda harus berinisiatif untuk membuat
    program bundling pengadaan smartphone dan paket data murah atau program cicilan yang
    berkolaborasi dengan distributor smartphone, provider telko, provider mobile payment dan
    KUD
  5. Ketersediaan jaringan 3G/4G, sumber listrik dan charget corner di area publik