Dimensi Kewirausahaan Korporasi

Miller (1983) mengembangkan konsep kewirausahaan dari upaya individu ke upaya perusahaan untuk meraih keberhasilan usahanya. Kewirausahaan pada tingkat perusahaan ditandai dengan tiga dimensi utama, yaitu: inovatif, proaktif dan berani mengambil risiko. Ketiga hal ini dianggap sebagai aspek utama perusahaan untuk meraih keberhasilan usahanya

Industri Konstruksi di Indonesia tentunya memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan ekonomu, masyarakat dan bangsa. Widjajanto et al. (2011) mengidentifikasi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) untuk sektor konstruksi selalu berada di atas rata-rata pertumbuhan PDB untuk semua sektor. Biro Pusat Statistik Indonesia telah mencatat PDB:

 

 

 

Dimensi Definisi
Otonomi Tindakan mandiri oleh tim yang bertujuan untuk menghasilkan konsep bisnis atau visi dan mewujudkannya hingga tuntas.
Agresif dalam Persaingan Intensitas upaya perusahaan untuk mengungguli pesaing, ditandai dengan postur yang aggresif dan tanggapan yanng kuat terhadap tindakan pesaing.
Inovatif Kesediaan untuk mendukung kreativitas dan percobaan untuk memperkenalkan sesuatu yang baru, misalnya produk atau jasa, sistem kepemimpinan berbasis teknologi dan kegiatan penelitian serta pengembangan
 

Proaktif

 

Mencari kesempatan untuk memperkenalkan produk atau jasa baru, menjadi pemimpin dalam persaingan dan bertindak antisipatif terhadap permintaan di masa mendatang dalam rangka membuat perubahan dan membentuk lingkungan.

Berani mengambil resiko kecenderungan untuk berani melakukan tindakan berisiko seperti memasuki pasar baru yang tidak diketahui, dan mempunyai komitmen terhadap sumber daya dalam jumlah yang besar untuk usaha dengan hasil yang belum pasti.

Tabel 1. Definisi dimensi kewirausahaan korporasi