“Biasanya siswa deg-degan saat menerima hasil ulangan. Namun di sebuah SD di Bali, hasil koreksi justru membuat banyak siswa tersenyum.”

Belakangan ini media sosial ramai membahas seorang guru SD di Bali yang mengoreksi jawaban siswa dengan cara yang tidak biasa. Selain memberikan nilai dan catatan, guru tersebut juga menambahkan doodle atau gambar-gambar sederhana yang lucu di lembar tugas siswa.

Sekilas mungkin terlihat seperti hal kecil.

Namun respons publik menunjukkan bahwa tindakan sederhana tersebut berhasil menyentuh banyak orang.

Di tengah sistem pendidikan yang sering dianggap terlalu fokus pada angka dan nilai, doodle tersebut menghadirkan sesuatu yang berbeda: sentuhan personal.

Yang menarik, gambar-gambar itu sebenarnya bukan sekadar hiasan.

Dari sudut pandang komunikasi, doodle menjadi bentuk pesan visual yang membuat proses belajar terasa lebih ramah dan menyenangkan. Alih-alih hanya melihat tanda silang atau koreksi berwarna merah, siswa juga menerima apresiasi dan perhatian dari gurunya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa komunikasi tidak selalu harus dilakukan melalui kata-kata panjang.

Kadang sebuah gambar sederhana bisa menyampaikan pesan yang lebih kuat, seperti:
“Saya memperhatikan pekerjaanmu.”
 “Terus semangat belajar.”
 atau
“Tidak apa-apa kalau masih salah, tetap coba lagi.”

Di era digital saat ini, ketika perhatian manusia semakin pendek dan komunikasi visual semakin dominan, kemampuan menyampaikan pesan melalui elemen visual menjadi semakin penting.

Tidak heran jika unggahan tersebut cepat viral. Banyak netizen merasa metode tersebut mengingatkan bahwa pendidikan bukan hanya soal menyampaikan materi, tetapi juga membangun hubungan antara guru dan siswa.

Hal ini menjadi contoh menarik bahwa kreativitas tidak selalu harus hadir dalam bentuk kampanye besar atau iklan yang mahal.

Kadang, kreativitas justru muncul dalam hal-hal sederhana yang mampu membuat orang merasa dihargai dan diperhatikan.

Karena pada akhirnya, komunikasi yang baik bukan hanya tentang pesan yang disampaikan.

Tetapi juga tentang bagaimana pesan itu membuat seseorang merasa.