Marketing atau Bercanda? Cara Aldi Taher Bikin Burger nya Viral Tanpa Iklan Mahal

“Brand jualan, tapi malah nyuruh beli kompetitor?”
Di tengah persaingan bisnis F&B yang semakin ketat, muncul strategi marketing yang tidak biasa dari Aldi Taher. Belakangan ini, burger miliknya viral di media sosial karena pendekatan promosi yang unik, absurd, dan justru berbeda dari strategi brand pada umumnya.
Mulai dari penamaan menu yang mengaitkan nama-nama selebriti seperti Juicy Lucy, Mahalini, hingga Rizky Febian, hingga konten promosi yang tidak terduga, semuanya berhasil menarik perhatian publik. Namun yang paling menarik, Aldi Taher bahkan sempat menyarankan konsumennya untuk membeli burger dari brand lain seperti Burger Bangor.
Alih-alih merugikan, strategi ini justru membuat brand nya semakin viral.
Ketika “Keanehan” Jadi Kekuatan
Dalam dunia Creative Communication, salah satu kunci untuk menarik perhatian adalah breaking the pattern melakukan sesuatu yang tidak biasa.
Strategi Aldi Taher dapat dikategorikan sebagai bentuk:
- Anti mainstream marketing
- Absurd marketing
- Attention driven content
Konten yang “tidak masuk akal” justru memicu rasa penasaran dan mendorong audiens untuk ikut membicarakan.
Konten Absurd Lebih Mudah Viral
Di platform seperti TikTok, konten yang tidak terduga cenderung memiliki performa lebih tinggi.
Hal ini karena:
- Memicu emosi (bingung, lucu, kaget)
- Mengundang komentar & diskusi
- Meningkatkan shareability
Fenomena ini juga berkaitan dengan perilaku Gen Z yang lebih tertarik pada konten yang entertaining dibandingkan hard selling.
Strategi “Reverse Psychology” dalam Marketing
Salah satu hal paling menarik adalah ketika Aldi Taher justru menyarankan audiens untuk membeli produk kompetitor.
Ketika brand:
- Tidak terlihat memaksa
- Terlihat santai & jujur
- Bahkan “merelakan” konsumen
Justru menciptakan persepsi yang lebih positif dan autentik di mata audiens.
Alih-alih kehilangan konsumen, brand malah mendapatkan:
- Kepercayaan
- Simpati
- Awareness yang tinggi
Dampak terhadap Brand Awareness
Meskipun strategi ini terlihat sederhana, dampaknya cukup signifikan:
- Brand menjadi bahan pembicaraan (word of mouth)
- Konten mudah viral tanpa biaya besar
- Meningkatkan top of mind di audiens
Dalam banyak kasus, viralitas sering kali lebih berharga dibandingkan iklan mahal.
Fenomena ini menjadi contoh nyata bahwa dalam dunia komunikasi kreatif, ide tidak harus selalu “rapi” atau konvensional.
Mahasiswa Creative Communication dapat belajar bahwa:
- Kreativitas bisa datang dari hal yang tidak biasa
- Konten yang relatable & menghibur lebih mudah diterima
- Strategi komunikasi harus berani berbeda
Hal ini sejalan dengan pendekatan pembelajaran di BINUS University yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kreatif, adaptif, dan berani mengeksplorasi ide.
Namun, Tidak Semua Strategi Bisa Ditiru
Meskipun terlihat berhasil, strategi seperti ini tidak selalu cocok untuk semua brand.
Beberapa risiko yang perlu diperhatikan:
- Salah persepsi terhadap brand
- Tidak sesuai dengan positioning
- Sulit dikontrol jika narasi berkembang negatif
Artinya, kreativitas tetap perlu dibarengi dengan strategi yang matang.
Viralnya burger Aldi Taher menunjukkan bahwa dalam era digital, perhatian adalah aset utama dalam marketing. Dengan pendekatan yang unik, absurd, dan tidak terduga, sebuah brand dapat menciptakan buzz tanpa harus bergantung pada budget besar.
Bagi mahasiswa Creative Communication, fenomena ini menjadi pengingat bahwa dalam dunia kreatif, kadang cara terbaik untuk menonjol adalah dengan berani berbeda.
Comments :