Bekasi, 30 Maret 2026 – BINUS @Bekasi bersama Dinas Kesehatan Kota Bekasi menyelenggarakan seminar kesehatan jiwa yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas di wilayah Bekasi. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus refleksi bagi generasi muda untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mental di tengah dinamika kehidupan perkuliahan yang semakin kompleks.

Seiring dengan meningkatnya tekanan akademik, tuntutan pencapaian, serta dinamika kehidupan sosial, kesehatan jiwa menjadi aspek penting yang tidak dapat diabaikan. Banyak mahasiswa yang menghadapi stres, kecemasan, hingga kelelahan mental tanpa disadari. Melalui seminar ini, peserta diajak untuk memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental agar dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara optimal dan produktif.

Kegiatan dibuka oleh drh. Satia Sriwijayanti Anggraini, M.M, selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi. Ia menegaskan bahwa kesehatan mental merupakan isu yang semakin krusial, khususnya di kalangan generasi muda. Mahasiswa sebagai agen perubahan diharapkan memiliki kesadaran yang tinggi terhadap kondisi kesehatannya, baik secara fisik maupun mental, serta mampu menciptakan lingkungan yang lebih peduli dan suportif.

Tidak hanya menghadirkan sesi pemaparan materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh peserta. Layanan ini mencakup berbagai pemeriksaan, mulai dari tes darah hingga pengukuran Body Mass Index (BMI), sehingga mahasiswa dapat mengetahui kondisi kesehatannya secara lebih menyeluruh. Fasilitas ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk melakukan deteksi dini sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

Seminar ini menghadirkan narasumber yang berpengalaman di bidang kesehatan jiwa. dr. Friendy Ahdimar, Sp.KJ dari RSJ Islam Klender memaparkan pentingnya mengenali tanda-tanda gangguan mental sejak dini, seperti perubahan suasana hati yang ekstrem, gangguan tidur, hingga penurunan motivasi. Ia juga menjelaskan langkah penanganan yang tepat serta pentingnya dukungan dari lingkungan sekitar dalam proses pemulihan.

Selanjutnya, Dian Ekawati, S.KM., M.MRS dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat menjelaskan peran pemerintah dalam memperluas akses layanan kesehatan mental. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan, tenaga kesehatan, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan suportif bagi generasi muda.

Dari perspektif akademis, Hasna Hafizhah Salma, S.Psi., M.Psi., Psikolog selaku dosen Psikologi BINUS, memberikan panduan praktis bagi mahasiswa dalam menjaga kesehatan mental di lingkungan kampus. Ia menyoroti pentingnya self-awareness atau kesadaran diri, kemampuan mengelola stres, serta keberanian untuk mencari bantuan profesional ketika menghadapi tekanan yang berlebihan. Menurutnya, menjaga kesehatan mental bukan hanya tentang menghindari masalah, tetapi juga tentang membangun ketahanan diri.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa semakin terbuka dalam membicarakan isu kesehatan mental tanpa stigma. Kesadaran ini menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan kampus yang lebih inklusif dan peduli terhadap kesejahteraan mahasiswa. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong mahasiswa untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatan diri, baik secara fisik maupun mental, sebagai bagian dari gaya hidup yang seimbang.

Seminar kesehatan jiwa ini juga menjadi bentuk komitmen BINUS @Bekasi dalam mendukung kesehatan mahasiswa secara holistik. Tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, BINUS @Bekasi terus berupaya menghadirkan program yang mendukung keseimbangan antara aspek intelektual, emosional, dan sosial mahasiswa sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan.