Di tengah derasnya konten hiburan di media sosial, nama Andrea Novita berhasil mencuri perhatian dengan cara yang berbeda. Lewat akun TikTok dan Instagram miliknya, ia membuktikan bahwa sains tidak harus rumit dan membosankan.

Lulusan Teknologi Pangan ini dikenal sebagai peneliti sekaligus science communicator yang rutin membagikan berbagai eksperimen menarik seputar teknologi pangan, mikrobiologi, hingga keamanan makanan. Mulai dari menguji makanan berjamur di laboratorium, menjelaskan proses freeze drying, hingga membuat plastik yang dapat larut dalam air panas dari bahan gelatin, kontennya berhasil membuat banyak orang tertarik mempelajari sains.

Salah satu hal yang membuat Andrea berbeda adalah kemampuannya mengubah penelitian yang biasanya hanya dibahas di ruang laboratorium menjadi konten yang mudah dipahami masyarakat. Dengan bahasa yang sederhana dan eksperimen yang menarik untuk ditonton, ia berhasil memperkenalkan dunia teknologi pangan kepada audiens yang lebih luas.

Perjalanan Andrea sebagai kreator edukasi pun berawal dari kebiasaannya mendokumentasikan hasil penelitian saat masih menjadi mahasiswa. Salah satu kontennya mengenai smart packaging atau kemasan pintar yang dapat berubah warna ketika makanan sudah tidak layak dikonsumsi sempat viral dan menjadi titik awal konsistensinya membuat konten edukasi.

Konsistensinya tersebut membuahkan berbagai pencapaian. Andrea pernah masuk nominasi Education Creator of the Year pada TikTok Awards 2025 dan pada 2026 namanya terpilih dalam TikTok Discover List 2026, sebuah daftar global yang memberikan apresiasi kepada 50 kreator dunia yang dinilai membawa dampak positif di bidangnya. Dalam kategori Educators, Andrea menjadi salah satu dari tiga kreator Indonesia yang berhasil masuk dalam daftar bergengsi tersebut.

Tak hanya aktif membuat konten, Andrea juga tetap berkecimpung di dunia riset. Ia tercatat terlibat dalam sejumlah inovasi dan pengajuan paten di bidang teknologi pangan, termasuk penelitian mengenai kemasan indikator kesegaran pangan berbasis bahan alami. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitasnya sebagai kreator tidak terlepas dari latar belakang akademik dan penelitian yang ia tekuni.

Salah satu konten Andrea yang paling banyak menarik perhatian adalah eksperimennya memanfaatkan ikan sapu-sapu, spesies invasif yang selama ini dikenal sebagai hama di berbagai sungai Indonesia. Tak berhenti di situ, Andrea juga melakukan eksperimen menggunakan telur ikan sapu-sapu sebagai bahan dasar bioplastik. Melalui proses ekstraksi protein di laboratorium, ia menunjukkan bahwa telur ikan tersebut memiliki potensi untuk membentuk lapisan menyerupai plastik yang lebih ramah lingkungan. Meski hasil awalnya masih memerlukan pengembangan lebih lanjut, eksperimen ini menunjukkan bagaimana limbah atau spesies yang selama ini dipandang sebagai masalah justru bisa menjadi sumber inovasi baru.

Kehadiran Andrea Novita menjadi contoh bahwa media sosial dapat dimanfaatkan tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai ruang belajar yang menyenangkan. Di tengah banyaknya informasi yang beredar, konten edukatif seperti yang ia hadirkan membantu masyarakat memahami sains melalui cara yang lebih sederhana, relevan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Melalui konsistensi dan kreativitasnya, Andrea membuktikan bahwa penelitian tidak harus berhenti di laboratorium. Dengan pendekatan yang tepat, hasil riset juga dapat menginspirasi jutaan orang melalui layar ponsel mereka.