“Udah siap belom? Jalan-jalan dengan sepatu rodaku…”

Kalau beberapa minggu terakhir kamu sering membuka TikTok, kemungkinan besar kamu pernah mendengar potongan lagu tersebut. Bahkan banyak orang mengaku awalnya tidak sengaja mendengar, tetapi beberapa jam kemudian malah ikut menyanyikannya.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana cara sebuah lagu menjadi viral sudah berubah.

Dulu, lagu populer biasanya lahir dari radio, televisi, atau tangga lagu. Sekarang, sebuah lagu bisa meledak hanya karena potongan 10 detik yang terus muncul di FYP.

Menariknya, yang membuat Rollerblade viral bukan hanya melodinya. Lagu ini juga membawa sesuatu yang terasa dekat dengan audiens Indonesia. Mulai dari penggunaan bahasa Indonesia, sentuhan gamelan, hingga nuansa dangdut dan reggaeton yang jarang ditemukan dalam musik pop global.

Di tengah banyaknya lagu yang terdengar mirip, Rollerblade justru tampil dengan identitas yang jelas.

 

Ketika Lagu Tidak Lagi Dipromosikan, Tapi Dipakai

Salah satu hal yang membuat lagu ini cepat menyebar adalah karena orang tidak hanya mendengarkannya.

Mereka menggunakannya.

Mulai dari video random, vlog harian, dance challenge, sampai konten lucu, semuanya memakai audio yang sama. Akibatnya, lagu tersebut terus berulang di timeline pengguna.

Semakin sering terdengar, semakin mudah diingat.

Dalam dunia komunikasi, ini menunjukkan bahwa distribusi konten saat ini sering kali lebih penting daripada iklan tradisional.

Karena lagu yang dipakai jutaan kreator bisa memiliki jangkauan yang lebih besar dibanding promosi yang mahal.

Lagu Rollerblade menunjukkan bahwa audiens modern menyukai konten yang terasa dekat dengan identitas mereka.

Alih-alih mengikuti formula yang sudah ada, No Na justru memasukkan elemen budaya lokal ke dalam musik pop yang bisa dinikmati secara global.

Dan mungkin, itulah alasan kenapa banyak orang tidak bisa berhenti menyanyikan:

“Udah siap belom?” 😭