“Padahal kameranya buram, flash nya terlalu terang, dan kualitasnya kalah jauh sama smartphone. Tapi kenapa malah dicari?”

Belakangan ini, kamera digital jadul atau yang sering disebut digicam kembali populer di kalangan anak muda. Kamera-kamera seperti Canon Ixus, Sony Cyber-shot, Nikon Coolpix, hingga Fujifilm FinePix yang sempat berjaya di era 2000-an kini kembali diburu, bahkan harga bekasnya ikut naik.

Menariknya, tren ini muncul di saat teknologi kamera smartphone justru semakin canggih.

Kalau tujuan utamanya adalah mendapatkan foto terbaik, seharusnya smartphone sudah lebih dari cukup. Namun yang dicari anak muda ternyata bukan sekadar kualitas gambar.

Yang dicari adalah rasa.

Foto dari digicam memiliki karakter yang sulit ditiru kamera modern. Flash yang terlalu terang, warna yang sedikit pudar, noise di malam hari, dan hasil yang kadang tidak sempurna justru menjadi daya tarik tersendiri.

Di era ketika hampir semua foto terlihat terlalu rapi dan terlalu sempurna, hasil foto digicam terasa lebih spontan dan autentik.

Fenomena ini juga berkaitan dengan nostalgia. Banyak anak muda yang tumbuh di era 2000an mengingat kamera digital sebagai bagian dari masa kecil mereka. Sementara generasi yang lebih muda melihatnya sebagai sesuatu yang unik dan berbeda dari tren saat ini.

Menariknya, tren kamera jadul juga didorong oleh media sosial. TikTok dan Instagram dipenuhi konten yang menunjukkan hasil foto digicam dengan caption seperti “vibes 2010” atau “foto yang terasa seperti kenangan.”

Artinya, yang dijual bukan lagi perangkat kameranya.

Yang dijual adalah pengalaman dan emosi yang muncul dari hasil fotonya.

Fenomena ini sebenarnya menunjukkan sesuatu yang lebih besar. Di tengah teknologi yang semakin canggih, banyak orang justru mulai merindukan sesuatu yang terasa tidak sempurna.

Karena terkadang, foto yang sedikit blur bisa terasa lebih hidup dibanding foto yang terlalu sempurna.

Tren ini menjadi contoh menarik tentang bagaimana nilai sebuah produk tidak selalu ditentukan oleh spesifikasi teknisnya.

Kadang, yang membuat orang tertarik adalah cerita, pengalaman, dan perasaan yang melekat pada produk tersebut.

Dan mungkin itulah alasan kenapa kamera digital jadul kembali populer.

Bukan karena teknologinya lebih baik.

Tapi karena berhasil membuat sebuah momen terasa lebih nyata.