“Buah apa yang paling manis? Buahlil.”

Kalau kamu aktif di TikTok beberapa minggu terakhir, kemungkinan besar kamu pernah mendengar lirik tersebut. Lagu “MBG Mas Bahlil Ganteng” mendadak viral dan digunakan di ribuan video, mulai dari meme, dance, reaction video, sampai konten random yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan politik. Lagu ini pertama kali populer melalui akun TikTok yang memang sering membuat lagu-lagu humor berbasis komentar netizen dengan bantuan AI.

Menariknya, yang membuat lagu ini viral bukan karena kualitas musiknya yang luar biasa atau lirik yang dalam. Justru sebaliknya.

Liriknya absurd, terdengar seperti candaan internal internet, dan sulit dijelaskan kenapa lucu. Tapi justru karena itulah orang terus menggunakannya.

Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru di media sosial. TikTok punya kebiasaan membuat sesuatu yang awalnya terasa aneh menjadi sangat populer hanya karena diulang terus-menerus. Semakin banyak orang menggunakan sebuah sound, semakin besar kemungkinan orang lain ikut menggunakannya juga.

Dalam dunia komunikasi digital, ini sering disebut sebagai efek viralitas berbasis repetisi.

Semakin sering seseorang mendengar sebuah lagu, semakin mudah lagu itu menempel di kepala. Bahkan banyak netizen mengaku awalnya merasa lagu tersebut aneh, tetapi lama-kelamaan justru hafal seluruh liriknya. Reaksi seperti ini juga banyak terlihat dalam diskusi komunitas online.

Yang menarik, viralnya lagu ini juga memperlihatkan bagaimana internet mengubah cara publik berinteraksi dengan figur publik.

Dulu, tokoh politik biasanya muncul melalui berita formal, konferensi pers, atau wawancara televisi. Sekarang, mereka bisa menjadi bagian dari meme, sound TikTok, bahkan lagu parodi yang diputar jutaan kali.

Namun di sisi lain, fenomena ini juga memunculkan perdebatan. Sebagian orang menganggap lagu tersebut hanyalah lelucon internet biasa yang tidak perlu dianggap serius. Sebagian lainnya mempertanyakan apakah viralitas seperti ini bisa mengubah cara publik memandang seorang figur publik. Perdebatan seperti ini juga ramai muncul di berbagai forum media sosial.

Terlepas dari pro dan kontranya, ada satu hal yang sulit dibantah: lagu ini berhasil melakukan apa yang diinginkan hampir semua kreator konten dan brand saat ini menarik perhatian.

“MBG Mas Bahlil Ganteng” menjadi contoh menarik bahwa viralitas tidak selalu lahir dari produksi yang mahal atau strategi yang rumit. Kadang, kombinasi antara humor absurd, budaya meme, algoritma media sosial, dan kebiasaan netizen untuk ikut tren sudah cukup untuk membuat sebuah konten menyebar ke mana-mana.

Karena di internet hari ini, sesuatu tidak harus masuk akal untuk menjadi viral.

Kadang cukup membuat orang berkata:

“Ini apaan sih?”

Lalu memutarnya lagi untuk yang kelima kalinya.