“Pakaian dalam yang bisa netralisir bau kentut?”

Sekilas terdengar seperti lelucon, namun inilah inovasi nyata dari brand Shinesty yang berhasil menarik perhatian publik. Produk underwear ini diklaim mampu menghilangkan bau tidak sedap pada tingkat molekuler, hasil dari pengembangan selama beberapa tahun.

Alih-alih dianggap aneh, produk ini justru viral dan menjadi bahan perbincangan di media sosial.

Produk “Aneh” Bisa Jadi Strategi

Dalam dunia marketing, tidak semua produk harus terlihat “normal” untuk bisa sukses. Justru, produk yang tidak biasa sering kali lebih mudah mencuri perhatian.

Kasus Shinesty menunjukkan bahwa keunikan produk dapat menjadi:

  • Hook yang kuat
  • Bahan pembicaraan publik
  • Diferensiasi dari kompetitor 

Di era digital, perhatian adalah aset utama. Semakin unik sebuah produk, semakin besar peluangnya untuk dibicarakan.

Kenapa Produk Shinesty Bisa Viral? 

Viralitas produk ini tidak lepas dari cara penyampaiannya. Klaim seperti “kills odor at the molecular level” terdengar ilmiah, tetapi dikombinasikan dengan konteks yang relatable dan sedikit humor.

Hal ini menciptakan kombinasi:

  • Edukatif (ada teknologi di baliknya)
  • Entertaining (topik yang ringan dan lucu)
  • Relatable (masalah yang sebenarnya nyata) 

Di platform seperti Instagram, konten seperti ini sangat mudah menarik perhatian karena memicu rasa penasaran sekaligus hiburan.

“Weird Marketing” di Era Digital 

Fenomena ini termasuk dalam tren weird marketing atau strategi yang sengaja tampil berbeda, bahkan sedikit absurd.

Brand tidak lagi hanya menjual produk, tetapi juga pengalaman dan cerita di baliknya.

Kalau dipikir pikir, siapa yang kepikiran jualan celana dalam dengan janji “anti bau kentut”?
Aneh? Iya. Tapi justru itu poinnya. Di tengah ribuan produk yang berlomba terlihat “normal”, brand seperti Shinesty memilih jalur yang lebih berani, membuat orang berhenti scroll, entah karena ketawa atau karena bingung. Ini bukan cuma soal produk, tapi soal perhatian. Di era sekarang, netizen tidak kekurangan pilihan, yang kurang itu waktu untuk peduli. Dan Shinesty sangat mengerti: kalau tidak bisa jadi yang terbaik, setidaknya menjadi yang paling beda.

 

Antara Inovasi dan Gimmick 

Namun, penting untuk melihat bahwa tidak semua strategi seperti ini murni gimmick. Produk Shinesty tetap memiliki value proposition yang jelas, yaitu teknologi untuk mengurangi bau.

Artinya, keunikan harus tetap didukung oleh:

  • Fungsi yang nyata
  • Kualitas produk
  • Narasi yang kuat 

Tanpa itu, strategi hanya akan berhenti sebagai sensasi sesaat.

Bagi mahasiswa Creative Communication, fenomena ini menjadi contoh bahwa ide kreatif tidak harus selalu “aman”.

Yang bisa dipelajari:

  • Keberanian untuk tampil berbeda
  • Pentingnya memahami perhatian audiens
  • Cara menggabungkan humor dengan strategi 

 

Pendekatan seperti ini relevan dalam membentuk pola pikir kreatif yang adaptif terhadap tren.

Namun, Tidak Semua Audiens Akan Menerima

Meskipun viral, produk seperti ini juga memiliki risiko. Tidak semua orang nyaman dengan pendekatan humor yang terlalu eksplisit.

Beberapa audiens mungkin:

  • Menganggapnya tidak serius
  • Merasa kurang relevan
  • Atau bahkan melihatnya sebagai gimmick berlebihan 

Hal ini menunjukkan bahwa setiap strategi kreatif selalu memiliki target audiens yang spesifik.

 Shinesty membuktikan bahwa dalam dunia marketing modern, keunikan dapat menjadi kekuatan utama.

Produk yang nyeleneh bukan berarti tidak serius justru bisa menjadi strategi efektif untuk mencuri perhatian di tengah persaingan yang padat.

Bagi mahasiswa Creative Communication, ini menjadi pengingat bahwa kreativitas tidak selalu harus mengikuti aturan. Terkadang, justru ide yang paling berbeda adalah yang paling diingat.