Kemunculan generative AI seperti ChatGPT, GitHub Copilot, dan berbagai AI coding assistant telah mengubah cara software dikembangkan. Banyak mahasiswa mulai bertanya: jika AI bisa menulis kode, apakah belajar coding masih relevan? Jawaban singkatnya: Ya, bahkan menjadi semakin penting, tetapi dengan pendekatan yang berbeda.

 

Era Baru: AI Tidak Menggantikan Programmer, tetapi Mengubah Perannya

Riset menunjukkan bahwa AI semakin terintegrasi dalam proses pengembangan software. Studi terhadap lebih dari 900.000 pengguna GitHub Copilot menemukan bahwa sekitar 30% saran kode diterima oleh developer, sehingga meningkatkan produktivitas mereka.

Namun, hubungan ini bukan kompetisi, melainkan kolaborasi. Penelitian tersebut menekankan adanya hubungan “tak terpisahkan” antara manusia dan AI dalam pembangunan software masa depan.

Selain itu, AI juga mendorong inovasi karena programmer menggunakan lebih banyak library dan kombinasi teknologi baru ketika dibantu AI.

Artinya, kemampuan coding tetap menjadi fondasi untuk memanfaatkan AI secara maksimal.

 

Fakta Industri: AI Dipakai Luas, Tapi Belum Sepenuhnya Dipercaya

Survei developer terbaru menunjukkan:

  • 84% developer sudah menggunakan atau berencana memakai AI tools.
  • 46% tidak sepenuhnya percaya pada akurasi kode AI, sehingga tetap perlu debugging manual.
  • 64% developer tidak melihat AI sebagai ancaman pekerjaan mereka.

Kesimpulannya jelas: AI mempercepat pekerjaan, tetapi pemahaman coding tetap dibutuhkan untuk memverifikasi dan memperbaiki hasilnya.

 

Dampak AI terhadap Pekerjaan: Banyak Tugas Berubah, Bukan Hilang

Penelitian tentang Large Language Models memperkirakan sekitar 80% pekerja akan mengalami perubahan pada setidaknya 10% tugas mereka, dan sekitar 19% bisa melihat setengah pekerjaannya terdampak AI.

Namun “terdampak” tidak berarti “digantikan”. Lebih sering berarti:

  • pekerjaan menjadi lebih cepat
  • proses lebih otomatis
  • manusia fokus pada problem solving

Generative AI tidak menandai akhir dari coding—justru awal dari evolusi cara kita memprogram.

Mahasiswa yang beradaptasi akan memiliki keunggulan besar di pasar kerja. Sebaliknya, menghindari coding karena AI sama seperti berhenti belajar matematika karena ada kalkulator.

AI tidak menggantikan programmer. AI memperkuat programmer yang kompeten.

 

 

Referensi