Source : Freepik

Ketidakpastian ekonomi global dan domestik telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor dan masyarakat umum dalam beberapa tahun terakhir. Banyak orang mencari instrumen investasi yang aman dan stabil ketika ada gejolak seperti inflasi yang meningkat, pelemahan nilai tukar mata uang, ketidakstabilan pasar saham, dan efek krisis geopolitik seperti perang atau pandemi. Dalam situasi seperti ini, emas menjadi pilihan utama sebagai tempat perlindungan dan perlindungan nilai.

Sepanjang sejarah, emas telah terbukti mempertahankan nilainya bahkan saat harga aset lain seperti saham dan obligasi turun. Pertimbangkan krisis ekonomi 2008 atau pandemi COVID-19, di mana harga emas mencapai rekor tertinggi karena permintaan yang meningkat sebagai lindung nilai. Selain itu, budaya menabung emas, baik dalam bentuk investasi digital, perhiasan, maupun logam mulia, sangat kuat di Indonesia.

Fakta bahwa orang dapat dengan mudah berinvestasi dalam emas melalui berbagai platform, mulai dari pembelian langsung di toko emas hingga investasi berbasis digital seperti reksadana emas atau layanan e-gold, mendorong fenomena ini. Selain itu, kebijakan moneter bank sentral, seperti penurunan suku bunga, mendorong orang untuk berinvestasi di emas sebagai alternatif investasi yang tidak terlalu berisiko.

 

ALASAN UTAMA ORANG MEMILIH EMAS

  1. Melindungi nilai terhadap inflasi

Selama bertahun-tahun, emas telah dianggap sebagai strategi perlindungan inflasi yang efektif. Mekanismenya sederhana, inflasi menyebabkan harga barang dan jasa naik. Sebaliknya, harga emas meningkat sebagai akibat dari peningkatan permintaan untuk aset berwujud yang stabil. Menurunnya nilai rupiah dapat dipertahankan dengan menggunakan emas, dengan menabung emas untuk jangka Panjang akan meningkatkan nilai mata uang terhadap inflasi. Dari dahulu emas sudah dipercayakan oleh berbagai negara di dunia (Sainsmanajemennitro et al., 2024)

  1. Likuiditas Tinggi

Salah satu faktor yang membedakan emas dari berbagai jenis investasi lainnya adalah tingkat likuiditas yang tinggi. Ini berbeda dengan properti, yang membutuhkan waktu yang lama untuk mencairkan dana, mulai dari pencarian pembeli, negosiasi harga, hingga proses legalitas yang bisa memakan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Emas, di sisi lain menawarkan kemudahan pencairan dana yang jauh lebih cepat, baik dalam bentuk fisik seperti batangan atau perhiasan, maupun dalam bentuk digital seperti tabungan emas di bank, emas dapat dengan relatif mudah diubah menjadi uang tunai dalam hitungan jam hingga hari saja.

  1. Diversifikasi Portofolio

Prinsip diversifikasi portofolio menjadi sangat penting untuk meminimalkan risiko dalam lingkungan investasi yang penuh dengan ketidakpastian. Karena karakteristiknya yang berbeda yang sering bergerak berlawanan dengan instrumen investasi tradisional seperti saham dan obligasi, emas sangat penting untuk konsep diversifikasi ini. Dalam situasi di mana pasar saham dipenuhi dengan tekanan dan indeks seperti IHSG merosot tajam, emas cenderung menunjukkan kinerja yang positif, menciptakan keseimbangan alami dalam portofolio. Ini terjadi karena emas dianggap sebagai aset perlindungan yang dapat diandalkan untuk investor saat harga aset berisiko tinggi turun.

 

RISIKO INVESTASI EMAS

Meskipun emas sering dianggap sebagai investasi yang aman dan stabil, penting untuk memahami bahwa seperti instrumen investasi lainnya, emas juga memiliki beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan secara matang. Salah satu risiko utama adalah fluktuasi harga jangka pendek yang bisa merugikan investor. Ketika kondisi ekonomi mulai membaik dan pasar saham menunjukkan tren positif, seringkali terjadi peralihan besar-besaran dana investor dari emas ke aset berisiko tinggi seperti saham atau obligasi. Fenomena ini dapat menyebabkan harga emas mengalami tekanan dan terkoreksi dalam periode tertentu. Sebagai contoh, pada tahun 2013 ketika ekonomi global mulai pulih dari krisis, harga emas dunia anjlok sekitar 28% dalam setahun, yang merupakan penurunan terbesar dalam tiga dekade terakhir (Erlangga Djumena, 2013).

Risiko lain yang sering diabaikan adalah biaya penyimpanan untuk emas fisik. Berbeda dengan investasi digital yang tidak memerlukan tempat penyimpanan khusus, emas dalam bentuk batangan atau perhiasan membutuhkan pengamanan ekstra. Biaya safety deposit box di bank atau asuransi khusus untuk emas bisa mencapai 0,5-2% dari nilai emas per tahun, yang secara kumulatif dapat mengurangi keuntungan investasi dalam jangka panjang. Selain itu, penyimpanan di rumah juga mengandung risiko pencurian atau kehilangan yang perlu diwaspadai.

Kelemahan mendasar lainnya dari investasi emas adalah sifatnya yang tidak menghasilkan pendapatan pasif. Berbeda dengan saham yang memberikan dividen atau properti yang menghasilkan uang sewa, emas sepenuhnya mengandalkan apresiasi harga untuk memberikan keuntungan. Artinya, investor hanya akan mendapat keuntungan ketika menjual emas dengan harga lebih tinggi dari harga beli. Selama masa penyimpanan, emas tidak memberikan aliran kas positif apapun. Bahkan, untuk emas perhiasan, nilainya justru bisa berkurang karena faktor penyusutan dan biaya pembuatan.

Emas telah membuktikan diri sebagai instrumen investasi yang unik dan tangguh, terutama di tengah gejolak ekonomi. Daya tarik utamanya terletak pada tiga pilar utama: stabilitas nilai yang mampu bertahan melawan inflasi, likuiditas tinggi yang memungkinkan konversi cepat menjadi tunai saat dibutuhkan, serta nilai budaya yang mengakar kuat di masyarakat, khususnya di Indonesia dan Asia. Kombinasi faktor-faktor inilah yang membuat logam mulia ini tetap menjadi pilihan utama bagi investor pemula maupun berpengalaman, baik sebagai lindung nilai maupun bagian dari strategi diversifikasi portfolio

 

 

REFERENSI

Sainsmanajemennitro, J., Pratiwi, C., & Awaluddin, S. (2024). Peran Emas dalam Melindungi Aset Kekayaan dari Inflasi dan Penurunan Nilai Rupiah. Jurnal Sains Manajemen Nitro, 3(2), 2024–2026. https://doi.org/10.56858/jsmn.v3i1.255

Erlangga Djumena. (2013, December 31). Dalam Setahun Ini Harga Emas Dunia Anjlok 28 Persen. KOMPAS.com; Kompas.com. https://money.kompas.com/read/2013/12/31/0929072/Dalam.Setahun.Ini.Harga.Emas.Dunia.Anjlok.28.Persen