Dunia usaha saat ini tengah menghadapi tantangan disrupsi yang kerap mengganggu kelancaran supply chain/rantai pasok. Para eksekutif perusahaan dituntut untuk meningkatkan resiliensi rantai pasok mereka, agar menjadi lebih kuat dan tahan terhadap berbagai gangguan.

Bagaimana caranya? Perusahaan-perusahaan global terkemuka seperti Walmart, Unilever, Siemens, dan lain-lain, ternyata memanfaatkan teknologi mutakhir: Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence – AI).

 AI berperan sebagai garda terdepan dalam menghadapi disrupsi rantai pasok. Sebagai ilustrasi, jika kita umumnya mencari informasi melalui internet, maka AI mampu menjelajahi internet dengan kecepatan dan ketelitian yang jauh lebih unggul untuk menemukan sumber pasokan alternatif (Van Hoek & Lacity, 2023).

 Bayangkan, dalam hitungan hari, AI sanggup menemukan ratusan distributor yang memiliki persediaan barang yang dibutuhkan perusahaan Anda. Luar biasa, bukan?

Mari kita lihat beberapa jurus AI dalam menjaga keamanan rantai pasok:

  • Pencarian Sumber Pasokan Alternatif: Sebagai contoh, Unilever menggunakan jasa AI dari Scoutbee untuk menemukan sumber pasokan alternatif. Teknologi ini mengumpulkan data dari berbagai sumber terpercaya, seperti situs web pemasok, media sosial, dan laporan keuangan. Dengan bekal data yang demikian masif, AI dapat membuat daftar calon pemasok potensial.
  • Penggalian Potensi Pemasok yang Ada: Perusahaan manufaktur seperti Rolls-Royce biasanya memerlukan waktu yang lama untuk menyeleksi pemasok baru. Namun, dengan kehadiran AI, mereka dapat menggali potensi pemasok yang sudah terjalin kerja sama.

Misalnya, AI bisa mencari tahu apakah pemasok yang saat ini bermitra bisa menyediakan bahan baku tambahan. Ini dapat menghemat waktu dan tenaga dibandingkan dengan proses pencarian pemasok baru.

  • Negosiasi Otomatis:Percaya atau tidak, negosiasi harga kini dapat dilakukan dengan bantuan AI? Walmart, perusahaan ritel raksasa, menggunakan Pactum AI untuk bernegosiasi dengan pemasok kecil mereka.

Dengan AI, proses negosiasi dapat berlangsung lebih cepat dan efisien. Bahkan, pemasok pun dapat menghemat waktu hingga 90% dalam proses negosiasi.

Namun perlu diingat, AI bukanlah solusi yang sempurna. Melaksanakan uji coba terhadap teknologi AI sebelum diterapkan secara luas merupakan langkah yang krusial. Selain itu, AI juga belum bisa sepenuhnya menggantikan sentuhan manusia dalam hal-hal yang membutuhkan keahlian khusus.

Yang terpenting, perusahaan harus bijaksana dalam memilih dan menggunakan AI. Dengan kombinasi sumber daya manusia yang unggul dan kecerdasan buatan, rantai pasok Anda dapat semakin kokoh dan siap menghadapi disrupsi apa pun.

 

 

Referensi :

Van Hoek, R. and M. L., & Lacity, M. (2023). How Global Companies Use AI to Prevent Supply Chain Disruptions. Harvard Business Review. https://hbr.org/2023/11/how-global-companies-use-ai-to-prevent-supply-chain-disruptions