Perancangan interior retail Stüssy di Gedung De Drie Locomotief, Dago, Bandung, mengangkat konsep “Harmonized Chaos: The Fusion of Tranquil and Rebel”. Konsep ini terinspirasi dari karakter Stüssy sebagai brand streetwear yang identik dengan kebebasan, kreativitas, dan semangat anti-luxury, sekaligus merespons konteks Dago sebagai salah satu area yang menjadi wadah aktivitas dan perkembangan street culture di Bandung.
Desain interior menghadirkan keseimbangan antara karakter rebellious dan suasana tranquil melalui perpaduan material seperti concrete, marble stone, besi hollow hitam, wiremesh, perforated metal, kaca tempered, serta elemen kayu dan warna netral dengan aksen yang lebih berani. Kontras material dan tekstur digunakan untuk menciptakan kesan raw, industrial, dan ekspresif tanpa kehilangan rasa harmonis.
Selain berfungsi sebagai retail, ruang ini dirancang sebagai wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan street culture melalui fashion, musik, dan street art. Elemen seni dan kolaborasi dengan seniman lokal diharapkan dapat membantu mengubah pandangan terhadap vandalism dari sesuatu yang negatif menjadi salah satu bentuk ekspresi dan karya seni. Dengan demikian, Stüssy tidak hanya hadir sebagai tempat berbelanja, tetapi juga sebagai ruang yang memperkuat identitas streetwear sekaligus memperkaya perkembangan street culture di Bandung.
Secara keseluruhan, Harmonized Chaos merepresentasikan pertemuan dua karakter yang berlawanan—ketenangan dan pemberontakan—untuk menciptakan ruang yang mencerminkan identitas Stüssy secara lebih autentik.


