Mengenal Laboratorium Program Studi Desain Interior BINUS Bandung, Ruang dimana Eksplorasi Material dan Inovasi Prototyping Desain Terjadi

Laboratorium merupakan salah satu fasilitas pendukung pembelajaran yang berperan penting dalam proses pendidikan di Program Studi Desain Interior. Tidak hanya menjadi tempat untuk mengenal berbagai material dan teknologi, laboratorium juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi ide, mengembangkan kreativitas, serta mewujudkan konsep desain menjadi bentuk yang lebih nyata.
Program Studi Desain Interior menyediakan dua fasilitas laboratorium utama, yaitu Laboratorium Material dan Laboratorium Prototyping. Kedua laboratorium ini memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam mendukung proses pembelajaran, khususnya dalam kegiatan studio perancangan.
Kedua laboratorium ini terbuka untuk dimanfaatkan oleh mahasiswa Program Studi Desain Interior, termasuk untuk mendukung proses eksplorasi, pengembangan, dan penyempurnaan desain dalam mata kuliah studio. Dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia, mahasiswa dapat mengembangkan ide perancangan melalui pendekatan yang lebih aplikatif, eksperimental, dan sesuai dengan kebutuhan proyek desain masing-masing.
1. Laboratorium Material: Mengenal Karakter dan Potensi Material
Video Tour Lab Material Interior Design (Bandung)
Video Tour Laboratorium Material Interior Design (Bandung)
Laboratorium Material merupakan fasilitas pembelajaran yang mendukung mahasiswa dalam mengenal, mengeksplorasi, dan memahami karakteristik berbagai material yang digunakan dalam perancangan interior.
Mahasiswa dapat memanfaatkan laboratorium ini sebagai sumber referensi dalam mengembangkan konsep desain, khususnya untuk mempelajari karakter visual, warna, pola, tekstur, dan potensi penerapan berbagai material pada elemen interior maupun furnitur.
Dalam kegiatan studio perancangan, Laboratorium Material dapat digunakan sebagai ruang eksplorasi untuk mencari inspirasi, membandingkan alternatif material, serta menentukan pilihan yang sesuai dengan konsep dan kebutuhan desain. Pemahaman terhadap material juga membantu mahasiswa mempertimbangkan aspek estetika, fungsi, dan kesesuaian material dengan tujuan perancangan.
Dengan demikian, Laboratorium Material menjadi salah satu fasilitas yang dapat mendukung mahasiswa dalam membangun argumentasi desain dan menghasilkan keputusan perancangan yang lebih terarah.
2. Laboratorium Prototyping: Mewujudkan Ide Menjadi Bentuk Nyata
Video Tour Lab Prototyping Interior Design (Bandung)
Video Tour Laboratorium prototyping Interior Design (Bandung)
Laboratorium Prototyping merupakan fasilitas yang mendukung proses pengembangan dan pembuatan model atau prototipe desain. Laboratorium ini dilengkapi dengan teknologi pendukung, termasuk 3D printer, yang memungkinkan mahasiswa menerjemahkan ide desain digital menjadi objek fisik.
Fasilitas ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembuatan mockup furnitur, maket interior, serta komponen desain yang diperlukan dalam proses pengembangan proyek perancangan.
Dalam mata kuliah studio, mahasiswa dapat memanfaatkan Laboratorium Prototyping untuk mengeksplorasi bentuk, mempelajari proporsi dan skala, serta memvisualisasikan gagasan desain dalam bentuk tiga dimensi. Proses pembuatan prototipe juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengevaluasi hasil rancangan, mengidentifikasi kekurangan, dan melakukan penyempurnaan desain sebelum menghasilkan karya akhir.
Melalui fasilitas ini, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kemampuan konseptual dan visual, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam menghubungkan desain digital dengan realisasi fisik.
3. Mendukung Proses Desain dalam Mata Kuliah Studio
Laboratorium Material dan Laboratorium Prototyping dapat menjadi bagian dari proses desain yang dilakukan mahasiswa dalam berbagai mata kuliah studio perancangan. Keduanya dapat digunakan untuk mendukung tahapan pengembangan desain, mulai dari eksplorasi material, pengembangan konsep, pembuatan model, hingga evaluasi dan penyempurnaan rancangan.
Sebagai contoh, mahasiswa dapat memanfaatkan Laboratorium Material untuk menentukan dan mengeksplorasi alternatif material yang sesuai dengan konsep interior yang dikembangkan. Selanjutnya, Laboratorium Prototyping dapat digunakan untuk membuat mockup furnitur atau elemen maket guna membantu memvisualisasikan dan mengevaluasi hasil perancangan.
Mahasiswa Program Studi Desain Interior dipersilakan memanfaatkan kedua laboratorium ini untuk mendukung proses pengerjaan proyek studio maupun kebutuhan eksplorasi desain lainnya, dengan tetap mengikuti prosedur penggunaan, ketentuan peminjaman apabila diperlukan, serta arahan pengelola laboratorium yang berlaku.
Pemanfaatan fasilitas laboratorium diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk lebih aktif bereksperimen, mengembangkan alternatif solusi, dan menghasilkan karya desain yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mempertimbangkan aspek fungsi dan teknis.
4. Laboratorium sebagai Ruang Kreativitas dan Kolaborasi
Keberadaan Laboratorium Material dan Laboratorium Prototyping merupakan bagian dari komitmen Program Studi Desain Interior dalam menyediakan lingkungan pembelajaran yang mendukung kreativitas, inovasi, dan pengembangan kompetensi mahasiswa.
Kedua fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan material atau penggunaan peralatan, tetapi juga sebagai ruang untuk belajar, mencoba, mengevaluasi, dan mengembangkan gagasan desain menjadi karya yang lebih konkret.
Melalui pemanfaatan laboratorium secara optimal, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan proses perancangan yang lebih eksploratif, kritis, dan terarah. Laboratorium juga menjadi sarana pendukung untuk memperkuat hubungan antara teori yang dipelajari di kelas dan penerapannya dalam praktik desain interior.
Mari manfaatkan Laboratorium Material dan Laboratorium Prototyping sebagai bagian dari proses kreatif dalam perkuliahan. Eksplorasi material, uji coba bentuk, dan pengembangan prototipe dapat menjadi langkah penting dalam menghasilkan karya desain interior yang inovatif dan berkualitas.
Comments :