Perancangan Interior Pusat Literasi untuk Jenjang Pendidikan Wajib dengan Penerapan Visual Naskah Lontar di Denpasar
Perancangan Interior Pusat Literasi untuk Jenjang Pendidikan Wajib dengan Penerapan Visual Naskah Lontar di Denpasar Perancangan yang dilatarbelakangi oleh kondisi krisis literasi di Indonesia, di mana berdasarkan data UNESCO, tingkat literasi Indonesia masih berada pada peringkat bawah dibandingkan negara lain. Perkembangan teknologi yang pesat serta pergeseran kebiasaan masyarakat turut mempengaruhi rendahnya minat baca, menurunnya kemampuan berpikir kritis, serta meningkatnya ketergantungan terhadap media digital. Di sisi lain, fasilitas literasi yang dirancang secara kontekstual dan menarik bagi pelajar usia wajib belajar masih terbatas. Padahal, Bali memiliki kekayaan budaya berupa Naskah Lontar yang menyimpan nilai-nilai kearifan lokal dan identitas budaya yang berpotensi menjadi media edukatif yang relevan bagi generasi muda.
Berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Denpasar, proyek ini mengusung konsep “Wordscape Hub” dengan tagline Rooted in Bali, Grown Through Literacy. Konsep ini memadukan autentisitas budaya Bali dengan pengalaman belajar modern melalui pendekatan desain yang dinamis, inklusif, dan berkelanjutan. Bentuk dan elemen visual ruang terinspirasi dari transformasi bentuk Naskah Lontar, yang dimaknai sebagai simbol kesinambungan cerita, ritme tradisi lisan, serta proses belajar yang tidak linear namun terus berkembang. Konsep tersebut diterjemahkan ke dalam elemen interior seperti ceiling dinamis yang menyerupai topografi alami, rak buku melengkung, furniture modular yang fleksibel, serta tata sirkulasi linear yang merepresentasikan alur penulisan lontar. Pendekatan ini menciptakan ruang belajar yang aman, terbuka, dan mendorong eksplorasi pengetahuan secara mendalam.
Literacy Center ini dirancang untuk melayani siswa sekolah dasar dan menengah sebagai pengguna utama, serta komunitas dan wisatawan sebagai pengguna sekunder. Program ruang meliputi area lobby dan lounge, amphitheater, kids literacy area, reading and exploration area, serta interactive area yang mendorong keterlibatan komunal dan diskusi aktif. Selain mengedepankan pengalaman spasial yang edukatif, desain ini juga mengintegrasikan prinsip keberlanjutan melalui sistem ventilasi alami, pencahayaan hemat energi, serta penggunaan material rendah emisi, sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 dan 7. Dengan demikian, proyek ini tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas literasi, tetapi juga sebagai wadah pembentukan identitas budaya dan penguatan kualitas generasi muda di Kota Denpasar.
Comments :