Konten listicle dan storytelling adalah dua jenis konten yang berbeda dalam cara penyajian dan tujuan. Berikut adalah penjelasan tentang bedanya konten listicle dengan storytelling: 

  1. Struktur: Konten listicle biasanya berisi daftar atau list yang terstruktur dengan judul-judul yang menarik dan deskripsi yang singkat. Sebaliknya, storytelling biasanya berisi cerita yang lebih panjang dan lebih detail, dengan struktur yang lebih bebas dan tidak terikat oleh aturan tertentu. 
  2. Tujuan: Tujuan dari konten listicle biasanya adalah untuk memberikan informasi yang ringkas dan menarik, serta untuk meningkatkan kesadaran dan minat pembaca. Sebaliknya, storytelling biasanya digunakan untuk mengkomunikasikan nilai-nilai dan tujuan, serta untuk menginspirasi dan menggerakkan pembaca. 
  3. Penggunaan Angka: Konten listicle biasanya menggunakan angka pada judulnya untuk membuatnya lebih menarik dan mudah dibaca. Sebaliknya, storytelling biasanya tidak menggunakan angka pada judulnya, tetapi lebih fokus pada cerita dan narasi. 
  4. Penggunaan Visual: Konten listicle biasanya menggunakan gambar, foto, atau video untuk membuatnya lebih menarik dan interaktif. Sebaliknya, storytelling biasanya menggunakan visual yang lebih detail dan lebih terkait dengan cerita, seperti gambar atau video yang menunjukkan bagaimana cerita tersebut berlangsung. 
  5. Penggunaan Fakta: Konten listicle biasanya menggunakan fakta dan data untuk mendukung informasi yang disajikan. Sebaliknya, penceritaan biasanya menggunakan cerita dan narasi untuk mengkomunikasikan nilai-nilai dan tujuan, serta untuk menginspirasi dan menggerakkan pembaca. 

     Dengan demikian, konten listicle dan storytelling memiliki tujuan, struktur, dan cara penyajian yang berbeda. Konten listicle biasanya digunakan untuk memberikan informasi yang ringkas dan menarik, serta untuk meningkatkan kesadaran dan minat pembaca, sedangkan storytelling biasanya digunakan untuk mengkomunikasikan nilai-nilai dan tujuan, serta untuk menginspirasi dan menggerakkan pembaca.