Mengubah ketertarikan personal menjadi sebuah bisnis yang resmi dan memiliki struktur kerja yang rapi bukanlah perkara mudah, terlebih bagi seorang mahasiswa. Namun, tantangan nyata tersebut berhasil dijawab oleh Jason Timotius Tanjaya, seorang mahasiswa program Creativepreneurship (B26) di BINUS @Bandung. Ia sukses mengubah minat mendalamnya di dunia fotografi menjadi sebuah bisnis jasa yang berkembang pesat bernama Vostrait.

Perjalanan Vostrait bermula dari sebuah proyek perkuliahan yang dirancang untuk menguji kepekaan pasar dan kemampuan praktis mahasiswa. Didorong oleh hobi yang kuat di bidang seni visual, Jason melihat adanya peluang besar pada kebutuhan dokumentasi yang adaptif, estetis, dan profesional, khususnya bagi segmen perusahaan, UMKM, hingga berbagai acara penting. Melalui Vostrait, ia mencoba merumuskan solusi layanan fotografi terintegrasi yang mencakup dokumentasi acara (event photography) hingga pembuatan konten visual produk yang bernilai jual tinggi.

Dalam perkembangannya, keunggulan daya saing Vostrait tidak hanya terletak pada kemampuan teknis pengambilan gambar, melainkan juga pada pendekatan pengelolaan bisnis yang matang. Di bangku kuliah Creativepreneurship BINUS @Bandung, Jason dibekali dengan pemahaman mendalam mengenai analisis pasar, penentuan posisi merek (brand positioning), serta manajemen hubungan pelanggan. Penerapan teori-teori manajemen inilah yang membuat bisnis mahasiswa ini mampu bersaing dengan penyedia jasa sejenis di industri kreatif yang sangat dinamis.

Perkembangan bisnis Vostrait semakin nyata ketika proyek ini masuk ke dalam program BINUS Incubator. Melalui wadah pendampingan ini, gagasan yang semula berbasis pengerjaan per proyek mulai diarahkan menjadi model bisnis yang lebih teratur, terukur, dan memiliki orientasi jangka panjang. Pendampingan (mentorship) yang intensif membantu Jason dalam merapikan manajemen keuangan, memperluas jaringan kerja sama, hingga menyusun strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran.

Keberhasilan Jason Timotius Tanjaya menjadi bukti nyata bahwa kurikulum berbasis kewirausahaan yang diterapkan oleh BINUS @Bandung mampu menjadi wadah pendukung yang efektif bagi lahirnya inovator muda. Lingkungan akademik yang suportif tidak hanya menuntut mahasiswa untuk menguasai teori di atas kertas, tetapi juga memfasilitasi mereka dengan wadah nyata untuk mengembangkan ide-ide kreatif menjadi peluang bisnis yang konkret. Melalui perpaduan antara minat personal, bimbingan akademik, dan ruang berkembang yang tepat, sebuah ide orisinal di bangku perkuliahan terbukti mampu tumbuh menjadi bisnis yang berdampak nyata.

Source : 
https://www.instagram.com/p/DYYbjLEkxeu/?igsh=MTZzN2pydWphaXA4Yw==