Employer Branding di Media Sosial: Yes dan No untuk Membangun Daya Tarik Perusahaan

Membangun employer brand (citra perusahaan sebagai tempat kerja) di media sosial bukan sekadar membuat konten. Ini adalah strategi untuk menarik talenta terbaik dengan menunjukkan kepribadian dan nilai-nilai perusahaan kita.
Sebelum menjalankan strateginya, mari pahami hal-hal yang harus kita lakukan (Yes) dan hal – hal yang dihindari (No) agar upaya kita efektif dan otentik dalam berbisnis.
Yes: Hal-Hal yang Perlu Kita Lakukan
1. Tentukan Pesona Brand yang Otentik
Sebelum memulai, kita harus tahu pesona seperti apa yang ingin ditampilkan. Apa yang membuat tempat kerja kita unik dan menarik? Apakah kita dikenal sebagai perusahaan yang ramah, inovatif, atau punya budaya kolaborasi yang kuat? Pilih pesona yang sesuai dengan nilai inti perusahaan dan audiens talenta yang kita tuju. Keotentikan adalah kunci agar kita berbeda dari perusahaan lain.
2. Ciptakan Konten yang Menarik & Variatif
Konten adalah jantung strategi media sosial. Buat konten yang tidak hanya informatif (seperti info lowongan atau tips karier), tetapi juga menarik secara visual dan mudah diingat. Kombinasikan teks, gambar, dan video untuk menjaga ketertarikan calon kandidat. Jangan takut untuk membuat konten yang fun dan interaktif, seperti kuis atau tanya jawab langsung (live session).
3. Bangun Engagement dengan Calon Kandidat
Media sosial adalah platform dua arah. Jangan hanya broadcast, tapi ajak calon kandidat berinteraksi! Balas komentar, jawab pertanyaan dengan ramah, dan buat konten yang mendorong partisipasi mereka. Candidate experience yang positif sejak tahap awal ini akan membangun persepsi baik tentang perusahaan kita.
4. Libatkan Karyawan sebagai Brand Ambassador
Karyawan adalah suara dan wajah terpercaya dari perusahaan. Libatkan mereka dalam konten kita, misalnya dengan employee takeovers, testimoni pengalaman kerja, atau day-in-the-life video. Konten dari perspektif karyawan akan terasa lebih jujur dan relatable bagi calon kandidat, sehingga meningkatkan kredibilitas employer brand kita.
No: Hal-Hal yang Perlu Kita Hindari
1. Mengabaikan Website Perusahaan
Fokus di media sosial itu penting, tapi jangan sampai lupa dengan website perusahaan. Banyak pencari kerja yang masih menjadikan website sebagai sumber utama untuk memeriksa kredibilitas, misi, dan informasi detail tentang perusahaan. Pastikan website kita terupdate, mencerminkan brand dengan baik, dan terintegrasi dengan career page yang user-friendly.
2. Memilih Platform yang Tidak Relevan
Tidak semua platform cocok untuk audiens kita. Riset di mana calon talenta ideal kita menghabiskan waktu. Fokuslah membangun kehadiran yang kuat di 1-2 platform yang paling relevan (misalnya LinkedIn untuk profesional, Instagram untuk audiens yang lebih muda/ kreatif), daripada menyebar tipis di semua platform tanpa strategi yang jelas.
3. Membuat Konten yang Monoton
Konten yang itu-itu saja akan dengan cepat membuat audiens bosan dan kehilangan minat. Variasikan format (video, carousel, infografis), tema (edukasi, budaya perusahaan, behind-the-scenes, pencapaian), dan nada bicara kita. Konten yang terus berkembang menunjukkan perusahaan yang dinamis dan menarik untuk diikuti.
4. Tidak Menganalisis dan Melaporkan Kinerja
Jangan jalankan strategi tanpa pengukuran. Manfaatkan insight dan analytics dari setiap platform untuk melihat mana konten yang bekerja dengan baik, kapan waktu posting terbaik, dan bagaimana tren engagement. Analisis ini penting untuk evaluasi dan perbaikan berkelanjutan agar strategi kita semakin efektif menarik talenta.
“Konsistensi adalah Kunci!”
Membangun employer brand yang kuat di media sosial adalah proses jangka panjang yang membutuhkan konsistensi dan keotentikan. Dengan fokus pada hal-hal yang perlu kita lakukan (Yes) dan menghindari jebakan yang umum (No), kita bisa menciptakan citra perusahaan yang menarik, dipercaya, dan mampu menarik talenta-talenta terbaik untuk bergabung dalam perjalanan kita.
Mulailah dengan mendefinisikan pesona brand kita, lalu ekspresikan secara kreatif dan konsisten di platform yang tepat. Jangan lupa untuk selalu melibatkan manusia di baliknya, baik calon kandidat maupun karyawan kita, karena pada akhirnya, employer branding yang sukses adalah tentang membangun koneksi manusia yang berarti.
Link artikel :
Link gambar :
Comments :