Bordir bukan sekadar hobi—jika dikelola dengan baik, ia bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. Dengan permintaan yang terus meningkat untuk produk handmade dan personalisasi, bisnis bordir menawarkan peluang besar bagi para pengrajin kreatif. Berikut adalah langkah demi langkah untuk mengubah passion bordir menjadi usaha yang sukses.

1. Validasi Ide Bisnis Anda

Sebelum memulai, pastikan produk bordir Anda memiliki pasar:

  • Riset Tren: Cari tahu produk bordir apa yang sedang populer (misalnya: pakaian custom, aksesoris, atau dekorasi rumah).
  • Analisis Kompetitor: Pelajari bisnis bordir lain—apa kelebihan mereka, dan bagaimana Anda bisa berbeda?
  • Uji Pasar: Buat beberapa contoh produk dan tawarkan ke teman atau media sosial untuk melihat respons.

2. Siapkan Peralatan & Modal Awal

Peralatan Penting:

  • Mesin Bordir: Untuk pemula, mesin seperti Brother PE800 atau Janome Memory Craft bisa jadi pilihan.
  • Bahan Baku: Kain katun, benang berkualitas (misalnya Sulky atau Madeira), dan stabilizer.
  • Software Desain: Gunakan program seperti Embrilliance atau Hatch Embroidery untuk membuat pola digital.

Estimasi Modal Awal:

  • Mesin bordir: Rp 15–25 juta
  • Bahan baku: Rp 500 ribu–1 juta/bulan
  • Packaging & branding: Rp 300–500 ribu

3. Tentukan Produk Unggulan

Fokus pada niche tertentu untuk membedakan bisnis Anda:

  • Bordir Custom: Nama di handuk, baju, atau tas.
  • Produk Wedding: Taplak meja, baju pengantin, atau souvenir pernikahan.
  • Fashion & Aksesoris: Topi, sepatu, atau scarf dengan motif unik.

Tips:

  • Mulai dengan produk sederhana yang bisa dikerjakan cepat.
  • Tawarkan personalisasi untuk nilai tambah.

4. Bangun Branding & Pemasaran

Strategi Promosi Efektif:

Media Sosial:

  • Instagram & TikTok untuk showcase hasil bordir (posting video proses bordir).
  • Facebook Groups untuk menjangkau komunitas pecinta kerajinan tangan.

E-commerce:

  • Gunakan Tokopedia, Shopee, atau Etsy (untuk pasar internasional).

Kolaborasi:

  • Partner dengan wedding organizer atau toko fashion lokal.

Contoh Konten Viral:

  • Before-after bordir.
  • Video time-lapse proses menjahit.
  • Testimoni pelanggan.

5. Atur Harga & Manajemen Order

Cara Mengharga Produk:
Harga = (Biaya Bahan + Tenaga Kerja) × 2
Contoh:

  • Kaos polos: Rp 50 ribu
  • Biaya bordir: Rp 30 ribu
  • Harga jual: Rp 160 ribu (markup 2x).

Manajemen Order:

  • Gunakan Google Forms atau WhatsApp Business untuk menerima pesanan.
  • Buat sistem deposit (misal 50% di awal) untuk menghindari cancel order.

6. Tingkatkan Kualitas & Ekspansi Bisnis

Langkah Pengembangan:

  • Workshop Bordir: Tambah penghasilan dengan mengajar kelas online/offline.
  • Ekspor Produk: Jika sudah stabil, coba jual ke pasar luar negeri via Etsy atau Amazon Handmade.
  • Automation: Gunakan mesin bordir komputerisasi untuk produksi lebih cepat.

Bisnis bordir bisa menjadi sumber penghasilan yang menguntungkan jika dijalankan dengan strategi tepat. Kuncinya adalah:
✔ Fokus pada niche spesifik (jangan terlalu banyak variasi di awal).
✔ Manfaatkan media sosial untuk promosi.
✔ Berikan pelayanan terbaik agar pelanggan kembali lagi.

Link artikel :

Link gambar :