Strategi Membangun Branding Startup yang Melekat di Ingatan Konsumen

Membangun branding yang kuat adalah kunci kesuksesan startup. Tidak hanya sekadar logo atau slogan, branding yang baik menciptakan identitas unik, emosional, dan berkesan bagi konsumen. Berikut strategi jitu untuk membuat brand startup Anda diingat dan dikenali.
1. Tentukan Positioning yang Jelas
✔ Apa yang Membedakan Anda?
- Contoh: Gojek bukan hanya ojek online, tapi “super-app” untuk berbagai kebutuhan.
- Berrybenka fokus pada fashion muslimah modern.
✔ Siapa Target Audiens? - Generasi milenial, ibu rumah tangga, atau profesional muda?
- Contoh: Sociolla fokus pada beauty enthusiast.
2. Buat Nama & Logo yang Mudah Diingat
✔ Nama Harus Singkat & Unik
- Contoh: Tokopedia (gabungan “toko” dan “encyclopedia”).
- Traveloka (travel + loka/tempat).
✔ Logo yang Visual & Bermakna - Warna: Shopee (oranye = energik), Tokopedia (hijau = alam & pertumbuhan).
- Simbol: Gojek (huruf “G” dengan gaya dinamis).
3. Storytelling yang Menarik
✔ Ceritakan Asal Usul Brand
- Contoh: Kopi Kenangan dimulai dari gerobak, kini jadi unicorn.
- Wardah mengusung “kecantikan halal” dengan cerita lokal.
✔ Gunakan Testimoni Nyata - Konten video pelanggan yang puas lebih meyakinkan.
4. Konsistensi di Semua Platform
✔ Suara & Gaya Komunikasi Sama
- Grab selalu ramah & fun di semua iklan.
- Zalora konsisten dengan gaya modern & stylish.
✔ Desain yang Kohesif - Warna, font, dan gaya visual harus seragam di website, sosial media, dan kemasan.
5. Manfaatkan Social Media & Influencer
✔ Platform yang Sesuai dengan Target Market
- Gen Z & Milenial → TikTok & Instagram.
- Ibu rumah tangga → Facebook & WhatsApp.
✔ Kolaborasi dengan Micro-Influencer - Lebih terjangkau & engagement tinggi.
- Contoh: Somethinc sukses lewat kolaborasi beauty creator.
6. Berikan Pengalaman Pelanggan yang Berkesan
✔ Kemasan Unik
- Kopi Janji Jiwa pakai kemasan dengan quotes inspiratif.
- ESQA Cosmetics punya unboxing experience menarik.
✔ Layanan Pelanggan Cepat & Ramah - Blibli dikenal dengan CS 24 jam responsif.
7. Gunakan Emotional Branding
✔ Bangun Hubungan Emosional
- Iklan Indomie yang nostalgia.
- Kampanye Telkomsel “Bebas Berkarya”.
✔ Dukung Isu Sosial - Benih Baik (crowdfunding sosial) punya branding kuat karena misinya.
8. Data-Driven Branding
✔ Analisis Perilaku Konsumen
- Gunakan Google Analytics, Meta Insights.
- Contoh: Bukalapak memakai data untuk personalisasi iklan.
✔ A/B Testing untuk Iklan & Konten - Cek mana yang lebih efektif: warna, headline, atau CTA.
9. Brand Collaboration
✔ Kolaborasi dengan Brand Lain
- Eiger x Local Heroes (koleksi limited edition).
- Kopi Kenangan x Dilan 1990 (branding nostalgia).
10. Evaluasi & Adaptasi
✔ Pantau Brand Awareness
- Survei pelanggan, analisis engagement media sosial.
✔ Perbarui Brand Jika Perlu - Gojek berevolusi dari logo hijau ke oranye.
- Tokopedia menyederhanakan logo dari waktu ke waktu.
Contoh Startup dengan Branding Kuat
|
Startup |
Strategi Branding |
|
Traveloka |
“Traveloka for Indonesia” (nasionalisme) |
|
Kopi Kenangan |
“Kenangan Manis” (storytelling emosional) |
|
Sociolla |
“Beauty Hub” (komunitas kecantikan) |
“Branding yang kuat bukan hanya dikenal, tapi dikenang.”
Link artikel :
Link gambar :
Comments :