Seorang mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan halangan untuk meraih kesuksesan. Berawal dari bekerja sebagai marbot (penjaga masjid), ia kini berhasil membangun bisnis kopi yang berkembang pesat berkat dukungan program Z Coffee BAZNAS.

Profil Pengusaha Muda

  • Nama: Rizki Maulana (nama disamarkan)
  • Fakultas: Ekonomi dan Manajemen, IPB
  • Usia: 23 tahun
  • Asal: Garut, Jawa Barat
  • Nama Usaha: “Kopi Tani” (specialty coffee dari petani lokal)

Perjalanan Bisnis

Tahap Awal (2019-2020):

  • Bekerja sebagai marbot masjid kampus untuk biaya hidup
  • Mengikuti pelatihan barista gratis dari komunitas
  • Mulai jualan kopi keliling dengan modal Rp500.000

Perkembangan (2021):

  • Diterima di program Z Coffee BAZNAS (pendampingan dan modal)
  • Mendapat pelatihan:
    • Pengolahan biji kopi
    • Manajemen usaha mikro
    • Digital marketing

Kesuksesan (2022-Sekarang):

  • Omzet stabil Rp8-12 juta/bulan
  • Mempekerjakan 5 anak muda lokal
  • Supply biji kopi ke 3 kedai di Bogor

Strategi Pengembangan

  1. Konsep Unik:
    • Menggunakan biji kopi arabika dari petani Garut
    • Kemasan sederhana tapi informatif (asal biji, tasting notes)
  2. Pemasaran:
    • Konten edukasi kopi di Instagram (@kopitani.id)
    • Kerjasama dengan komunitas pecinta kopi Bogor
    • Program “Ngopi Sambil Sedekah”
  3. Dukungan BAZNAS:
    • Akses mesin roasting sederhana
    • Bantuan modal tanpa bunga
    • Jaringan pemasaran melalui gerai Z Coffee

Pencapaian

  • Meningkatkan harga jual kopi petani mitra sebesar 30%
  • Memenangkan kompetisi wirausaha mahasiswa tingkat regional
  • Produk sudah dijual secara online via marketplace

Tantangan dan Solusi

  • Keterbatasan Peralatan:
    Solusi: Memanfaatkan fasilitas bersama di kampus
  • Persaingan Pasar:
    Solusi: Fokus pada cerita di balik produk (petani lokal)
  • Manajemen Waktu:
    Solusi: Membagi tim antara teman kampus dan warga lokal

Visi Ke Depan

  • Membangun kedai kopi kecil di kampus IPB
  • Ekspansi pemasaran ke Jakarta
  • Program pelatihan untuk petani kopi muda

“Dulu saya hanya bisa memimpikan bisnis sendiri. Sekarang saya ingin membuktikan bahwa anak marbot pun bisa sukses di dunia wirausaha,” tutur Rizki yang tetap rendah hati.

Kisah ini mengajarkan:

  1. Semangat pantang menyerah bisa mengubah nasib
  2. Kolaborasi dengan program sosial memberi dampak besar
  3. Produk lokal memiliki nilai jual tinggi jika dikemas dengan baik

Dengan dukungan tepat dan kerja keras, bisnis mikro berbasis komoditas lokal bisa menjadi solusi pemberdayaan ekonomi bagi generasi muda.

Link artikel :

Link gambar :

19.