Pertumbuhan e-commerce yang pesat menuntut pelaku usaha terus berinovasi untuk meningkatkan pengalaman pelanggan. Salah satu inovasi tersebut adalah sistem rekomendasi hadiah (gift recommendation system). Sistem ini membantu konsumen menemukan produk yang sesuai untuk diberikan kepada orang lain. Memilih hadiah yang tepat kerap menjadi tantangan, terutama untuk merayakan momen khusus, memberikan penghargaan, atau mengapresiasi pencapaian seseorang.
Berangkat dari permasalahan tersebut, dua dosen Departemen Computer Science, School of Computer Science, Bina Nusantara University, Violitta Yesmaya dan Rini Wongso, melakukan penelitian berjudul “Gift Recommendation with Multilabel Clustering”. Penelitian ini dipublikasikan dalam Bulletin of Electrical Engineering and Informatics, Vol. 15, No. 1, Februari 2026, halaman 493–502 (DOI: 10.11591/eei.v15i1.10161).
Sistem rekomendasi pada e-commerce umumnya bekerja dengan menganalisis riwayat pembelian, produk yang pernah dilihat pengguna, dan tingkat popularitas produk. Survei terhadap 200 responden di Pulau Jawa, Indonesia, menunjukkan bahwa pemberi hadiah lebih mengutamakan rekomendasi yang sesuai dengan minat, kebutuhan, dan keinginan penerima hadiah. Sistem rekomendasi yang ada saat ini belum mengakomodasi preferensi tersebut.
Penelitian ini kemudian mengembangkan sistem rekomendasi yang dipersonalisasi berdasarkan karakteristik penerima hadiah. Karakteristik tersebut meliputi jenis kelamin, kelompok usia, status pernikahan, pekerjaan, serta minat seperti fesyen, gaming, kuliner, dan gadget.
Penelitian ini menggunakan pendekatan klasifikasi multilabel, karena satu tipe pengguna dapat sesuai dengan lebih dari satu kategori produk. Empat algoritma machine learning dibandingkan dalam penelitian ini:
Tahapan penelitian terdiri atas:
Setelah hyperparameter tuning, perbandingan performa keempat algoritma adalah sebagai berikut:
| Metrik | XGBoost | Random Forest | Decision Tree | K-NN |
|---|---|---|---|---|
| Waktu proses | 7,4 detik | 9,6 detik | 0,4 detik | 1,1 detik |
| Akurasi data latih | 0,74 | 0,77 | 0,95 | 0,74 |
| Akurasi data uji | 0,78 | 0,78 | 0,73 | 0,78 |
| Hamming loss | 0,04 | 0,04 | 0,05 | 0,05 |
| Label ranking average precision | 0,95 | 0,93 | 0,89 | 0,92 |
XGBoost menunjukkan performa terbaik dengan label ranking average precision score sebesar 95% dan Hamming loss sebesar 0,04. Selisih akurasi data latih dan data uji pada XGBoost relatif kecil, sehingga model ini tidak mengalami overfitting. Sebaliknya, Decision Tree menunjukkan indikasi overfitting karena akurasi data latihnya jauh lebih tinggi daripada akurasi data ujinya. Sebelum tuning, Random Forest juga menunjukkan kecenderungan yang sama.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa XGBoost merupakan algoritma paling sesuai untuk sistem rekomendasi hadiah. Algoritma ini mampu mengolah data yang kompleks dan menghasilkan rekomendasi kategori produk yang sesuai dengan karakteristik penerima hadiah.
Bagi industri e-commerce, penerapan sistem ini berpotensi meningkatkan kepuasan pelanggan, mendorong pembelian berulang, menurunkan tingkat keranjang belanja yang ditinggalkan, serta meningkatkan nilai transaksi dan pendapatan platform.
Referensi:
Yesmaya, V., & Wongso, R. (2026). Gift recommendation with multilabel clustering. Bulletin of Electrical Engineering and Informatics, 15(1), 493–502. https://doi.org/10.11591/eei.v15i1.10161