Di sudut sudut ruang Kampus Anggrek BINUS University suasana Sabtu pagi di akhir Januari 2026 terasa berbeda. Bukan sekadar hiruk pikuk akademik biasa melainkan sebuah denyut energi dari para pelaku UMKM ibu rumah tangga dan penggerak komunitas yang berkumpul dengan satu impian, bertumbuh. Melalui tajuk Building an Innovative Society Through Co Creation pada 24 Januari dan dilanjutkan dengan lokakarya keterampilan produksi pada 31 Januari BINUS mengundang masyarakat untuk melampaui batas keterbatasan. Di sini pendidikan tidak lagi berada di menara gading melainkan turun ke bumi menyentuh tangan tangan kreatif yang ingin mengubah nasib melalui inovasi dan kerja keras.
Kegiatan ini digerakkan oleh dedikasi para dosen dari berbagai fakultas mulai dari BINUS Business School hingga School of Computer Science yang berperan sebagai pendamping setara bagi warga. Di dalam ruang ruang kelas yang transformatif mereka tidak hanya berbagi teori pemasaran digital atau literasi keuangan tetapi juga mendengarkan keluh kesah nyata di lapangan. Ada kehangatan yang tercipta saat seorang ibu rumah tangga berhasil memahami cara mengelola keuangan rumah tangga yang terpisah dari modal usaha atau saat seorang perajin lokal menemukan celah pasar baru melalui bantuan teknologi AI. Inilah wujud nyata dari kemanusiaan yang berbalut profesionalisme, sebuah transfer ilmu yang berbasis pada empati dan pemecahan masalah.

Mengapa inisiatif ini menjadi begitu krusial bagi BINUS, jawabannya sederhana, karena pemberdayaan adalah tentang memanusiakan manusia. Melalui pendekatan co creation masyarakat tidak hanya diposisikan sebagai objek bantuan melainkan mitra dalam menciptakan solusi. Kita percaya bahwa potensi lokal yang dikelola dengan pola pikir inovatif akan melahirkan ketahanan ekonomi yang mandiri. Dengan menghadirkan kurikulum yang aplikatif seperti teknik penggunaan AI untuk promosi hingga manajemen produksi yang sistematis BINUS berupaya memberikan pancing yang tepat agar setiap individu mampu berdiri tegak di tengah derasnya arus persaingan global.
Prosesnya berjalan dengan sangat interaktif, setiap sesi dirancang sedemikian rupa agar terjadi dialog dua arah yang dinamis. Dari pagi hingga sore hari peserta diajak mempraktikkan langsung strategi digital branding hingga menyusun rencana usaha sederhana yang partisipatif. Melihat binar mata para peserta saat menyadari bahwa produk mereka memiliki nilai tambah yang kompetitif adalah sebuah kepuasan emosional yang tak ternilai bagi kami. Ini bukan sekadar tentang angka angka statistik keberhasilan program melainkan tentang cerita cerita kecil di balik meja pelatihan tentang keberanian untuk bermimpi lebih besar bagi keluarga dan komunitas mereka.

Perjalanan dalam membina nusantara dan memberdayakan masyarakat adalah sebuah maraton bukan lari cepat dan setiap langkah kecil yang kita ambil bersama akan membawa dampak besar bagi masa depan bangsa. Kami percaya bahwa kolaborasi antara akademisi dan masyarakat adalah kunci utama dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Mari menjadi bagian dari gerakan perubahan ini dan saksikan bagaimana pendidikan mampu menyentuh kehidupan secara nyata.
... ... ...