Bandung, 6 Mei 2026 – Siswa/i SMKN 1 Bandung mendapatkan pengalaman berharga dalam sesi sharing session tentang Personal Branding, yang digelar sebagai bagian dari program pengembangan diri. Kegiatan ini dipandu oleh Bapak Stefanus Rumangkit, seorang akademisi dari program studi Business Management, Binus Online, Universitas Bina Nusantara, dengan tujuan membekali generasi muda menghadapi dunia kerja dan kuliah.
Sesi ini menekankan pentingnya personal branding sejak dini, bagaimana siswa/i dapat membangun citra diri, menonjolkan keunikan, dan mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan profesional. Bapak Stefanus Rumangkit memaparkan bahwa personal branding bukan sekadar soal media sosial, tetapi juga mencakup kompetensi, komunikasi, dan sikap profesional.

“Personal branding adalah cara kita menunjukkan nilai diri, baik di sekolah, kuliah, maupun dunia kerja. Mulai dari hal kecil seperti etika, kemampuan komunikasi, hingga konsistensi dalam tindakan,” jelas Bapak Stefanus Rumangkit di depan ratusan siswa/i yang antusias.
Beberapa siswa/i membagikan pengalaman pribadi dan bertanya bagaimana cara menonjol di antara banyak kandidat ketika memasuki dunia kerja atau melanjutkan kuliah. Diskusi ini memberikan wawasan praktis sekaligus motivasi bagi generasi muda untuk aktif mengembangkan diri.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya fostering and empowering generasi muda, di mana sekolah dan praktisi bekerja sama membekali siswa/i dengan keterampilan non-akademik yang esensial. Dengan bimbingan Bapak Stefanus Rumangkit, para siswa/i diharapkan tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga mengembangkan soft skill yang menjadi kunci sukses di dunia nyata.
“Memberdayakan generasi muda berarti membekali mereka dengan pengetahuan, keterampilan, dan mindset yang tepat. Personal branding adalah salah satu fondasi penting untuk itu,” tambah Bapak Stefanus Rumangkit.
Sesi sharing ini menjadi pengalaman inspiratif bagi siswa/i SMKN 1 Bandung, membuka wawasan tentang pentingnya membangun citra diri sejak dini. Dengan bekal personal branding yang tepat, generasi muda siap menghadapi dunia kerja dan pendidikan tinggi dengan percaya diri dan kompetensi yang lebih matang.
“Setiap siswa punya potensi unik. Kunci sukses adalah bagaimana mereka bisa mengenali diri sendiri, menonjolkan kelebihan, dan mempersiapkan diri sejak sekarang,” tutup Bapak Stefanus Rumangkit.
Kegiatan seperti ini menegaskan bahwa pendampingan dan pemberdayaan generasi muda bukan sekadar motivasi, tetapi praktik nyata yang membentuk masa depan mereka menjadi lebih siap dan kompetitif.
... ... ...