Kabar membanggakan datang dari Program Digital Communication BINUS @ Malang. Bhekti Setyowibowo, S.Ikom., M.Si., berhasil meraih pendanaan Program Indonesia Raya, sebuah program hibah dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia yang bekerja sama dengan LPDP. Program ini dirancang untuk mendukung para pelaku seni, komunitas budaya, dan lembaga dalam menjaga, melestarikan, serta mengembangkan kekayaan budaya Indonesia.

Pendanaan yang diperoleh pada tahun 2025 dan direalisasikan pada tahun 2026 tersebut akan digunakan untuk menjalankan program Rekam Maestro. Program ini berfokus pada pendokumentasian pengetahuan, pengalaman, dan perjalanan hidup para maestro seni tradisi Indonesia yang memiliki kontribusi besar terhadap pelestarian budaya bangsa.
Dalam program tersebut, Bhekti Setyowibowo mengangkat sosok Ki Soleh Adi Pramono, seorang maestro, penari, sekaligus dalang legendaris Tari Topeng Malangan atau Wayang Topeng Malang. Selama puluhan tahun, Ki Soleh mendedikasikan hidupnya untuk menjaga keberlangsungan salah satu kesenian tradisional khas Malang yang menjadi identitas budaya masyarakat Jawa Timur.
Melalui program Rekam Maestro, akan dihasilkan dua luaran utama berupa film dokumenter dan buku yang merekam perjalanan hidup, nilai-nilai budaya, proses kreatif, serta kontribusi Ki Soleh Adi Pramono dalam mempertahankan eksistensi Tari Topeng Malangan di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Bagi Bhekti Setyowibowo, proyek ini tidak hanya menjadi upaya pelestarian budaya, tetapi juga bentuk nyata kontribusi akademisi dalam menghubungkan warisan budaya dengan teknologi komunikasi digital. Dokumentasi audiovisual dan publikasi ilmiah menjadi sarana penting untuk memastikan pengetahuan yang dimiliki para maestro dapat diwariskan kepada generasi berikutnya secara lebih luas dan berkelanjutan.
“Para maestro menyimpan pengetahuan budaya yang sangat berharga. Ketika pengetahuan itu tidak didokumentasikan, maka kita berisiko kehilangan bagian penting dari identitas budaya bangsa. Melalui film dokumenter dan buku ini, kami ingin menghadirkan warisan pemikiran dan pengalaman Ki Soleh agar tetap dapat dipelajari oleh generasi masa depan,” ungkapnya.
... ... ...